Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Kepsek SMPN 1 Berampu Diduga Hilangkan Hak Sertifikasi Guru, Ini Kronologinya

Mistar.idKamis, 16 April 2026 pukul 15.56 WIB
kepsek_smpn_1_berampu_diduga_hilangkan_hak_sertifikasi_guru_ini_kronologinya

Wakasek Kuriklum, SMPN 1 Berampu, Usuwatun Alexander Manullang. (foto:manru/mistar)

news_banner

Dairi, MISTAR.ID

Toman Simanjuntak, oknum Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Kecamatan Berampu, Kabupaten Dairi, disinyalir menghilangkan hak sertifikasi sejumlah guru secara sengaja.

Hal itu disampaikan sejumlah guru kepada Mistar via WhatsApp, Kamis (16/4/2026).

Dengan meminta identitasnya dirahasiakan, ia menguraikan kronologi duduk letak masalah penyebab sertifikasi guru tidak cair.

Diterangkannya, sebelumnya ada dua guru yang selama ini dapat mengampu 24 jam pelajaran dan sertifikasinya cair, terakhir pada Februari 2026.

Lalu pada 5 Maret 2026, Kepsek mengumpulkan kedua guru tersebut agar mau berbagi jam pelajaran dengan guru honorer yang sudah lulus sertifikasi.

Kala itu, pembagian jam pelajaran tersebut dipertanyakan apakah bisa valid. Kepsek menjawab akan diupayakan maksimal dan meminta guru tersebut tetap mengajar 24 jam di kelas agar tidak repot mengganti jadwal serta menunggu adanya guru honorer informatika yang bersedia.

Jadilah pembagian jam dengan rincian 18 jam mengajar Bahasa Indonesia, dua jam wali kelas, dua jam guru wali, dan dua jam koordinator PjBL.

Saat waktu yang disepakati tiba, ketika data tersebut dicek dalam Dapodik, PjBL terkunci pada guru lain. Akibatnya, info GTK kedua guru tersebut tidak terbaca lagi serta sertifikasi bulan Maret 2026 tidak cair.

Diakuinya, ketika mereka klarifikasi dan konfirmasi kepada Kepsek, Toman Simanjuntak sama sekali tidak peduli.

Seiring tidak adanya solusi dari Kepsek, kedua guru tersebut bersama operator menanyakan perihal tidak cairnya sertifikasi mereka ke Dinas Pendidikan Dairi. Jawaban dari dinas, “Kalau info di aplikasi GTK sudah berwarna abu-abu, sertifikasi Maret tidak cair lagi,” kata guru tersebut menirukan penjelasan.

Selanjutnya, mereka kembali ke sekolah dan dikumpulkan bersama guru Bahasa Indonesia, Wakasek Kurikulum, dan operator. Namun, jawaban yang diterima tetap tidak memuaskan.

Khawatir berdampak pada pencairan sertifikasi April yang juga terancam tidak cair, guru tersebut kembali menanyakan kepada Kepsek. Namun, jawaban yang diberikan dinilai tidak menenangkan dan terkesan arogan. “Tidak tahu saya itu, itu sistem,” kata Toman, ditirukan.

Kecewa dengan sikap Kepsek, guru tersebut berharap Bupati Dairi, Vickner Sinaga, dan Kepala Dinas Pendidikan Dairi, Jaspin Sihombing, dapat memberikan pembinaan serta evaluasi kinerja Kepsek SMPN 1 Berampu, Toman Simanjuntak.

“Kalau sertifikasi kami bulan April tidak cair, sementara penarikan data terakhir tanggal 15 April 2026, kami bersedia melapor ke DPRD Dairi,” ujar guru tersebut.

Kepsek SMPN 1 Berampu, Toman Simanjuntak, ketika dicoba dihubungi Mistar di ruang kerjanya sekitar pukul 11.30 WIB, Kamis (16/4/2026), tidak berada di tempat. Namun, pengakuan sejumlah guru dan siswa menyebutkan Toman Simanjuntak diduga berada di ruang laboratorium IPA.

Di lokasi, Wakasek Kurikulum bernama Usuwatun Alexander Manullang sempat mengakui Kepsek ada di tempat dan mencoba mencarinya sambil meminta Mistar menunggu.

Selang beberapa waktu, Wakasek kembali meminta media bersabar karena guru dan siswa sedang menyantap MBG.

Setelah selesai, Usuwatun, sambil mengisap rokok, kembali meminta media bersabar karena harus mengisi les jam 7 dan 8.

Dinilai tidak etis, sejumlah media memilih meninggalkan sekolah tersebut. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN