Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
SUMUT

Kepsek di Dairi Datangi DPRD Buat Klarifikasi Ucapan “Bodat” oleh Sabam Sibarani

Mistar.idRabu, 15 April 2026 pukul 14.14 WIB
kepsek_di_dairi_datangi_dprd_buat_klarifikasi_ucapan_bodat_oleh_sabam_sibarani

Kantor DPRD Dairi. (Foto: Julius/Mistar)

news_banner

Dairi, MISTAR.ID

Seorang kepala sekolah dasar (SD) berinisial RS di Kabupaten Dairi mendatangi Gedung DPRD Dairi, Rabu (15/4/2026), untuk meminta klarifikasi atas dugaan ucapan tidak pantas yang disampaikan Ketua DPRD Dairi, Sabam Sibarani.

RS mengaku kecewa dan merasa tersinggung setelah disebut “bodat” oleh Sabam Sibarani melalui panggilan telepon. Ia menilai ucapan tersebut tidak berdasar dan telah merendahkan martabatnya sebagai tenaga pendidik.

“Saya datang untuk klarifikasi. Ketua DPRD harus menjelaskan alasan saya disebut seperti itu. Harus ada penjelasan yang jelas kepada publik,” ujar RS saat ditemui di Jalan Sisingamangaraja, Kota Sidikalang.

Menurut RS, peristiwa itu bermula dari pembahasan usulan pembangunan sanitasi di sekolahnya. Usulan tersebut disampaikan bersama kepala desa setempat kepada Ketua DPRD Dairi melalui sambungan telepon.

Dalam percakapan itu, Sabam Sibarani disebut meminta agar proposal segera dibuat dan ditandatangani oleh kepala sekolah dan kepala desa. Namun, ketika mengetahui nama kepala sekolah, RS mengaku Sabam Sibarani justru menyebut dirinya dengan istilah “bodat” dan menyarankan agar pengajuan cukup dilakukan oleh kepala desa.

RS menambahkan, ucapan tersebut terdengar oleh sejumlah guru karena percakapan telepon menggunakan pengeras suara.

Akibat kejadian tersebut, RS merasa harga dirinya direndahkan, terlebih ucapan itu didengar oleh rekan-rekan sejawatnya.

“Saya kecewa. Tidak etis seorang pejabat berbicara seperti itu. Apalagi terdengar oleh banyak orang karena telepon saya saat itu menggunakan pengeras suara,” ujar RS.

Kedatangan RS ke DPRD Dairi bertujuan untuk bertemu langsung dengan Sabam Sibarani. Namun, yang bersangkutan belum dapat ditemui karena sedang melakukan perjalanan dinas ke Jakarta, berdasarkan keterangan staf Sekretariat Dewan.

Sementara itu, kepala desa yang terlibat dalam percakapan tersebut saat dikonfirmasi membenarkan adanya ucapan tersebut. Ia juga menyayangkan pernyataan yang dinilai tidak pantas dari seorang pejabat publik.

Hingga berita ini diturunkan, Sabam Sibarani belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi melalui nomor telepon yang diperoleh dari pihak Sekretariat DPRD tidak berhasil dihubungi. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN