Riyan Lumbanbatu Harumkan Indonesia di SEA Games 2025, Pemko Siantar Beri Apresiasi

Riyan Jefri Hamonangan Lumbanbatu, atlet asal Pematangsiantar peraih medali emas pada SEA Games 2025. (Foto: Istimewa/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Atlet asal Pematangsiantar Riyan Lumbanbatu yang berhasil mengharumkan nama Indonesia pada ajang SEA Games 2025. Prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi daerah sekaligus motivasi bagi generasi muda untuk terus berprestasi di tingkat internasional.
Atas capaian tersebut, Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, mengundang Riyan dalam agenda ramah tamah di rumah dinas wali kota, Jalan Kapten MH Sitorus, Rabu (4/2/2026). Pertemuan ini menjadi bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap prestasi atlet yang membawa nama Indonesia di ajang multievent internasional.
“Orang Pematangsiantar bisa menjadi juara dunia. Ini bukan hal kecil,” kata Wesly. Sebagai mantan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, ia menilai keberhasilan Riyan menunjukkan potensi besar yang selama ini tumbuh di daerah, namun kerap luput dari perhatian.
Riyan meraih emas di kelas K1 60 kilogram pada SEA Games 2025, setelah sebelumnya mengoleksi prestasi di Kejuaraan Kickboxing Asia 2024 dan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024. Capaian itu menempatkannya sebagai salah satu atlet kickboxing Indonesia paling konsisten dalam dua tahun terakhir.
Perjalanan Riyan menuju panggung internasional tidak berlangsung instan. Ia mengawali karier dari wushu dan kungfu, kemudian beralih ke MMA dan sempat berlaga di One Pride MMA, sebelum memantapkan pilihan di kickboxing sejak 2020. Latar bela diri yang beragam itu membentuk karakter bertarungnya di ring K1.
Di luar arena, Riyan juga menghadapi tekanan hidup yang tidak ringan. Sejak ayahnya meninggal dunia pada Desember 2024, atlet lulusan SMA Negeri 1 Pematangsiantar ini menjadi tulang punggung keluarga. Namun situasi tersebut tidak menghentikannya menjaga performa dan disiplin latihan.
“Dukungan seperti ini menjadi energi tambahan. Saya ingin terus berjuang membawa nama Pematangsiantar dan Indonesia,” ujar Riyan.
Ketua Dewan Guru Perguruan Kungfu Naga Sakti Siauw Lim Sie Indonesia, Risbon Sinaga, menilai prestasi Riyan lahir dari proses panjang pembinaan, baik oleh pelatih maupun lingkungan perguruan.
“Apresiasi pemerintah daerah penting untuk menjaga keberlanjutan karier atlet, terutama yang berasal dari luar pusat pembinaan nasional,” katanya.
Dalam konteks olahraga nasional, kisah Riyan menegaskan satu hal, yakni regenerasi atlet Indonesia tidak hanya bertumpu pada pusat-pusat besar. Dari kota seperti Pematangsiantar, atlet bisa tumbuh, bertahan, dan bahkan menembus podium tertinggi Asia Tenggara. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Sinyal Kuat, Santiago Munoz Gomez Dikabarkan Merapat ke PSMS




















