Penembakan Terjadi Dekat Markas Timnas Inggris Jelang Piala Dunia 2026

Dua punggawa Timnas Inggris di Piala Dunia 2026. (foto: istimewa/mistar)
Jakarta, MISTAR.ID
Insiden penembakan terjadi di kawasan yang tidak jauh dari markas Timnas Inggris selama gelaran Piala Dunia 2026 di Kansas City, Amerika Serikat. Peristiwa tersebut mengakibatkan sejumlah orang mengalami luka-luka.
Menurut laporan kepolisian, petugas menerima laporan mengenai suara tembakan di kawasan Troost Avenue, Kansas City, Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 04.00 waktu setempat. Menanggapi laporan tersebut, aparat langsung mengerahkan personel ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat.
Departemen Kepolisian Kansas City mengonfirmasi bahwa petugas diterjunkan setelah adanya laporan penembakan di area tersebut.
Akibat kejadian itu, tiga perempuan dewasa mengalami luka dan segera dibawa ke rumah sakit oleh tim medis. Secara keseluruhan, sembilan orang dewasa dilaporkan menjadi korban dalam insiden tersebut.
Hingga kini belum ada pelaku yang diamankan. Polisi masih melakukan penyelidikan dan meningkatkan patroli di sekitar lokasi guna mengumpulkan bukti serta mencari pihak yang bertanggung jawab.
Salah seorang warga setempat, Kate Fowler, mengaku menemukan bekas tembakan di bagian depan rumahnya. Ia juga menemukan selongsong peluru yang masuk hingga ke ruang tamu rumahnya.
Fowler kemudian mengunggah foto kerusakan yang terjadi pada dinding rumahnya melalui media sosial Facebook.
Insiden ini terjadi hanya beberapa hari sebelum Timnas Inggris tiba di Kansas City untuk menjalani fase grup Piala Dunia 2026. Lokasi penembakan dilaporkan berjarak sekitar 2,5 kilometer dari hotel dan pusat latihan yang akan digunakan skuad The Three Lions.
Pada Piala Dunia 2026, Inggris tergabung di Grup L bersama Kroasia, Ghana, dan Panama. Tim asuhan Thomas Tuchel sebelumnya meraih kemenangan 1-0 atas Selandia Baru dalam laga pemanasan.
Setelah itu, Harry Kane dan rekan-rekannya dijadwalkan menghadapi Kosta Rika sebelum bertolak ke Kansas City pada 13 Juni mendatang.
BERITA TERPOPULER























