Wednesday, August 5, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Di Tengah Desakan Mundur, Presiden FIFA Gelar Rapat Darurat di Maroko

Mistar.idRabu, 5 Agustus 2026 pukul 11.10 WIB
di_tengah_desakan_mundur_presiden_fifa_gelar_rapat_darurat_di_maroko_

Presiden FIFA, Gianni Infantino. (foto: FIFA/Mistar)

news_banner

Nyon, MISTAR.ID – Presiden FIFA Gianni Infantino dilaporkan menggelar rapat darurat bersama jajaran pejabat senior FIFA di tengah meningkatnya tekanan agar dirinya mundur dari jabatan.

Berdasarkan laporan Sky Sports, Infantino memanggil para petinggi FIFA untuk menghadiri pertemuan yang dijadwalkan berlangsung di Maroko, Rabu (5/8/2026) waktu setempat.

Rapat tersebut digelar setelah muncul gelombang kritik terhadap Infantino terkait wacana pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE), sebuah perusahaan yang dirancang untuk mengelola aspek komersial berbagai turnamen FIFA, termasuk Piala Dunia.

Melalui skema itu, FIFA disebut mempertimbangkan membuka peluang bagi pihak swasta untuk memiliki saham dalam pengelolaan bisnis Piala Dunia. Gagasan tersebut memicu penolakan dari sejumlah anggota FIFA yang khawatir terhadap dampaknya terhadap independensi organisasi dan masa depan turnamen.

Penolakan itu disebut turut menggerus dukungan politik terhadap Infantino, terutama menjelang pemilihan Presiden FIFA berikutnya. Pria asal Swiss tersebut dikabarkan berniat kembali mencalonkan diri untuk masa jabatan keempat pada periode 2027–2031.

Sejumlah asosiasi sepak bola dari negara anggota telah menyatakan keberatan atas rencana pencalonan kembali Infantino. Kritik juga datang dari sejumlah pejabat internal FIFA.

Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, dikabarkan menyambut baik batalnya proyek FFE. Sementara itu, Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, Arsene Wenger, menekankan pentingnya komitmen terhadap transparansi, integritas, dan tata kelola yang baik dalam organisasi sepak bola dunia tersebut.

Pertemuan di Maroko dinilai sebagai langkah konsolidasi yang dilakukan Infantino untuk memperkuat dukungan di tengah meningkatnya tekanan politik menjelang pemilihan Presiden FIFA berikutnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN