Monday, July 20, 2026
home_banner_first
NEWS ROOM

Newsroom: Tradisi Bubur Sup Ramadan di Masjid Raya Al-Mashun, Warisan Rasa Kesultanan Deli

Mistar.idSelasa, 24 Februari 2026 pukul 15.36 WIB
newsroom_tradisi_bubur_sup_ramadan_di_masjid_raya_almashun_warisan_rasa_kesultanan_deli

Newsroom: Tradisi Bubur Sup Ramadan di Masjid Raya Al-Mashun, Warisan Rasa Kesultanan Deli

Newsroom: Tradisi Bubur Sup Ramadan di Masjid Raya Al-Mashun, Warisan Rasa Kesultanan Deli

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Tradisi menyajikan bubur sup di Masjid Raya Al-Mashun setiap bulan Ramadan kembali menjadi magnet bagi warga Kota Medan. Di masjid bersejarah yang berdiri di Jalan Sisingamangaraja ini, ratusan masyarakat rela mengantre demi mendapatkan semangkuk bubur khas Melayu untuk berbuka puasa.

Pada Jumat (20/2/2026), bertepatan dengan 2 Ramadan 1447 Hijriah, warga mulai berdatangan sejak usai shalat Ashar. Mereka membawa mangkuk dan rantang dari rumah masing-masing. Suasana tertib dan penuh keakraban terlihat saat satu per satu duduk menunggu pembagian.

Tradisi pembagian bubur ini selalu dilaksanakan setiap hari selama bulan Ramadan dan terus dijaga dari generasi ke generasi sebagai bagian dari warisan kuliner Melayu di Kota Medan.

Awalnya, takjil yang disajikan di Masjid Raya ini dikenal sebagai bubur pedas, kuliner tradisional Melayu yang kaya rempah dan bahan. Namun seiring waktu, terjadi penyesuaian bahan dan penyederhanaan resep dari bubur pedas tradisional tersebut. Sejak itulah, nama hidangan ini lebih dikenal sebagai bubur sup.

Bubur dimasak menggunakan kancah besar berbahan tembaga dan kayu bakar agar cita rasa tradisional tetap terjaga. Dalam sehari, sekitar 30 kilogram beras, 10 kilogram daging sapi, 10 kilogram kentang, dan 10 kilogram wortel diolah menjadi kurang lebih 1.000 porsi bubur.

Menjelang pukul 16.00 WIB, petugas mulai membagikan bubur secara gratis kepada warga. Setiap mangkuk terisi penuh, lengkap dengan teh manis sebagai pelengkap berbuka.

Bagi masyarakat, bubur sup atau yang dahulu dikenal sebagai bubur pedas ini bukan sekadar hidangan takjil. Ia menghadirkan kebersamaan, kehangatan, dan rasa syukur di bulan suci Ramadan, di bawah kubah Masjid Raya yang menjadi saksi perjalanan sejarah masyarakat Melayu di Kota Medan. (hm21).



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN