Warga Jakarta Keberatan Tarif Transjabodetabek Naik: Ganggu Biaya Hidup

Warga mengeluh Transjabodetabek diwacanakan naik tarif. (foto: detik/mistar)
Jakarta, MISTAR.ID
Wacana kenaikan tarif layanan Transjabodetabek yang tengah dipertimbangkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendapat beragam tanggapan dari masyarakat.
Sebagian warga menilai kenaikan tarif akan menambah beban pengeluaran, sementara yang lain menganggap penyesuaian harga masih dapat diterima selama tetap terjangkau.
Maria, warga Rawa Buaya, Jakarta Barat, mengaku keberatan apabila tarif Transjabodetabek dinaikkan. Ia yang kerap menggunakan layanan tersebut untuk bepergian ke Bogor maupun kawasan Blok M menilai kenaikan tarif akan berdampak langsung pada anggaran bulanannya.
Menurut Maria, biaya transportasi selama ini sudah diperhitungkan secara rinci untuk kebutuhan bekerja maupun aktivitas akhir pekan. Karena itu, tambahan tarif dinilai dapat memengaruhi biaya hidup sehari-hari, terutama bagi pekerja yang masih tinggal di rumah kos.
Ia juga menilai Transjabodetabek dan Transjakarta selama ini menjadi pilihan transportasi yang ekonomis dan mudah diakses masyarakat.
Berbeda dengan Maria, Annisa, warga Banten, menilai penyesuaian tarif masih dapat dipahami seiring meningkatnya berbagai biaya kebutuhan. Meski demikian, ia berharap kenaikan yang diterapkan tidak terlalu tinggi sehingga tetap terjangkau bagi masyarakat.
Menurutnya, tarif sekitar Rp5.000 masih dalam batas yang wajar dan dapat diterima pengguna. Namun, pemerintah tetap perlu mempertimbangkan kemampuan ekonomi masyarakat, khususnya kalangan ibu rumah tangga dan pekerja yang mengandalkan transportasi umum setiap hari.
Wacana kenaikan tarif Transjabodetabek saat ini masih menjadi pembahasan. Sejumlah pengguna berharap pemerintah dapat mempertimbangkan dampaknya terhadap pengeluaran masyarakat sebelum mengambil keputusan final.
BERITA TERPOPULER
























