Friday, July 17, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Tim Pengawas DPR RI Klaim Pelayanan Haji 2026 Alami Perbaikan

Mistar.idKamis, 28 Mei 2026 pukul 13.36 WIB
tim_pengawas_dpr_ri_klaim_pelayanan_haji_2026_alami_perbaikan

Jemaah haji melaksanakan tawaf wada (tawaf perpisahan) mengelilingi Ka'bah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Selasa (18/6/2024). Foto: AFP

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Tim Pengawas Haji DPR RI menilai pelayanan ibadah haji 2026 mengalami sejumlah perbaikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Meski demikian, masih ditemukan beberapa catatan yang akan menjadi bahan evaluasi bersama pemerintah setelah pelaksanaan haji selesai.

Ketua Timwas Haji DPR 2026, Cucun Ahmad Syamsurizal, mengatakan peningkatan pelayanan sudah terlihat sejak kedatangan jemaah Indonesia di Madinah. Salah satu yang mendapat perhatian ialah lokasi penginapan yang dinilai lebih dekat dengan Masjid Nabawi dibanding musim haji sebelumnya.

“Penempatan jemaah tidak terlalu jauh dari Masjid Nabawi. Pokoknya kita sudah evaluasi semua Madinah dari Timwas ini, kita berharap dipertahankan bahkan lebih ditingkatkan,” ujar Cucun dalam Program Spesial CNNIndonesia TV, Rabu (27/5/2026).

Ia juga menilai pemerintah pada era Presiden Prabowo Subianto menunjukkan keseriusan dalam memberikan pelayanan kepada jemaah haji melalui persiapan yang dinilai lebih matang.

Selain di Madinah, pengawasan juga dilakukan di Makkah, terutama terkait transportasi jemaah saat memasuki puncak ibadah haji. Menurut Cucun, hingga proses wukuf di Padang Arafah pada Selasa (26/5/2026), tidak ditemukan persoalan besar dalam layanan transportasi.

“Kita awasi alhamdulillah di tahun ini sudah mulai terorganisir,” katanya.

Meski demikian, Timwas masih menerima laporan adanya kendala di beberapa sektor karena bus jemaah Indonesia bercampur dengan jemaah asal Nigeria. Kondisi tersebut disebut perlu dibenahi agar pengaturan transportasi lebih tertib pada musim haji mendatang.

Catatan lain juga muncul terkait hotel jemaah di Makkah. Timwas menemukan masih ada penginapan dengan jarak lebih dari 4,5 kilometer dari Masjidil Haram, padahal batas itu sebelumnya telah menjadi kesepakatan Panja DPR.

Namun, menurut Cucun, kondisi tersebut cukup terbantu dengan keberadaan bus Salawat yang mengantar jemaah menuju Masjidil Haram.

“Agar ini tidak terjadi, ke depan ini kita bisa mem-booking hotel-hotel ini betul-betul yang tidak jauh jaraknya sehingga jemaah untuk menuju ke Masjidil Haram tidak terlalu jauh,” ucapnya.

Selain soal jarak, Timwas juga menemukan adanya kamar hotel yang diisi melebihi kapasitas. Temuan itu akan menjadi salah satu bahan evaluasi penyelenggaraan haji tahun berikutnya.

Di sektor konsumsi, DPR menilai kualitas makanan bagi jemaah Indonesia mengalami peningkatan. Cucun menyebut menu yang disediakan kini lebih sesuai dengan selera dan kondisi jemaah asal Indonesia.

“Nasinya kelihatannya ini nasi yang lebih ramah. Kemudian lauknya juga, walaupun masih ada komplain enggak terbiasa makan daging terus, kemudian makan ikan terus,” katanya.

Meski mengapresiasi peningkatan layanan, Tim Pengawas Haji DPR memastikan seluruh catatan di lapangan akan dibahas lebih lanjut bersama pemerintah dan Kementerian Haji dalam rapat evaluasi setelah penyelenggaraan ibadah haji selesai. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN