Ratusan Santri Keracunan MBG di Sidoarjo, Komisi X DPR Desak Evaluasi SOP

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian. (foto: Firda Cynthia Anggraini/Detik)
Jakarta, MISTAR.ID - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian meminta evaluasi terhadap standar operasional prosedur (SOP) dan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), menyusul kasus dugaan keracunan yang menimpa ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur.
Menurut Lalu, kejadian tersebut harus menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan MBG di lapangan semakin baik dan kasus serupa tidak kembali terjadi.
“Ya tentu ini menjadi keprihatinan kita bersama, tetapi kami menyarankan agar tata kelola makan bergizi gratis ini terus dilakukan. Hari ini kita lihat Kepala BGN yang baru terus berikhtiar, berusaha, tata kelola bisa menjadi semakin baik,” kata Lalu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9/2026), dikutip dari Detikcom.
Ia menegaskan, tidak seharusnya ada penerima program yang mengalami gangguan kesehatan akibat buruknya proses maupun tata kelola penyediaan makanan.
“Tetapi lagi-lagi, masih terjadi hal seperti ini maka ada hal yang harus dievaluasi, ada hal yang harus diperhatikan sehingga jangankan jumlahnya puluhan maupun ratusan, satu saja tidak boleh terdampak apalagi keracunan dari proses atau tata kelola yang tidak baik,” ujarnya.
Komisi X, lanjut Lalu, mendesak agar SOP segera diperbaiki dan seluruh pihak yang terlibat dalam program MBG menjalankan ketentuan secara ketat.
“Silakan dievaluasi SOP-nya diperbaiki, kami dari Komisi X mendorong agar tidak terjadi lagi hal-hal ini yang menimpa sekolah-sekolah lain yang ada di Indonesia. Program ini sangat bagus, tolong siapapun yang terlibat di pensuksesan program ini, untuk menyukseskan program ini, harus betul-betul berjalan sesuai dengan SOP yang sudah ditetapkan,” katanya.
BGN Sebut 512 Orang Terdampak
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menyebut jumlah siswa dan santri yang terdampak dugaan keracunan MBG mencapai 566 orang.
Namun, menurut Badan Gizi Nasional (BGN) pada Rabu (2/9/2026), sebanyak 512 orang tercatat terpapar atau terdampak dalam kejadian tersebut.
“Berdasarkan data yang kami terima dari teman-teman yang sudah melakukan investigasi di lapangan, total yang terpapar atau terdampak sebanyak 512 orang,” kata Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana, dilansir Detikcom.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 80 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara 312 orang telah diperbolehkan pulang dan dinyatakan sembuh, sedangkan 120 orang masih dalam observasi.
“Kemudian yang masih dilakukan perawatan sekitar 80 orang dan sudah keluar dari rumah sakit dan dinyatakan sembuh sebanyak 312 orang, namun demikian kita juga masih melakukan observasi sebanyak 120 orang,” tutur Ketut.
BGN juga telah melakukan investigasi bersama Dinas Kesehatan untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut.
“Yang pertama adalah melakukan tindakan investigasi dengan Dinas Kesehatan terkait dan hasilnya nanti kita akan umumkan apa yang menyebabkan terjadinya keracunan,” ujarnya.
Selain melakukan investigasi, BGN menjatuhkan sanksi penghentian operasional dengan kategori berat selama 30 hari terhadap SPPG yang terkait dengan kasus tersebut.
“Kemudian kami juga melakukan suspend dengan kategori berat selama 30 hari terhadap SPPG Sidoarjo, Talang Angin,” kata Ketut. (*)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER









Kasasi Dua Terdakwa Kasus Sabu 89,6 Kg Asal Aceh Ditolak, Vonis 20 Tahun-Penjara Seumur Hidup Inkrah













