Dapur MBG Kalitengah Disetop, BGN Telusuri Distribusi ke Sejumlah Sekolah

SPPG Kalitengah. (foto: YLBHI.or.id)
Sidoarjo, MISTAR.ID - Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, setelah ratusan santri dan siswa harus mendapat penanganan medis usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dapur tersebut menjadi sorotan karena memasok makanan ke Pondok Pesantren Manbaul Hikam serta sejumlah sekolah di wilayah Tanggulangin.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan penghentian operasional dilakukan sesuai prosedur BGN sambil menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
“Iya, di-suspend. Itu sudah SOP ya dari BGN,” kata Emil, Rabu (2/9/2026), dikutip dari Suara Surabaya.
Namun, Emil menegaskan penghentian sementara itu belum berarti pemerintah telah memastikan SPPG Kalitengah sebagai sumber keracunan.
Pemerintah masih menelusuri seluruh proses penyediaan makanan, mulai pengadaan bahan baku, pengolahan, penyimpanan hingga distribusi.
Menurut laporan Liputan6, keluhan tidak hanya dialami santri Ponpes Manbaul Hikam. Sejumlah siswa dari sekolah lain yang menerima makanan dari SPPG Kalitengah juga mengalami gejala serupa.
SPPG Kalitengah diketahui menyalurkan makanan ke 19 lembaga pendidikan di kawasan Tanggulangin.
Kesamaan sumber makanan tersebut menjadi salah satu fokus pemeriksaan pemerintah untuk mengetahui apakah terdapat kaitan antara proses produksi di dapur dengan keluhan yang dialami para penerima MBG.
BGN Regional Jawa Timur juga melakukan inspeksi ke SPPG Kalitengah untuk mengevaluasi sarana, proses produksi dan sistem pengelolaan dapur.
Dalam pemeriksaan awal, BGN menemukan sejumlah catatan terkait sarana dan prasarana serta pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Namun, pemerintah belum menyimpulkan bahwa temuan tersebut menjadi penyebab keracunan.
Dikutip dari IDN Times, Kepala SPPG Kalitengah Rafli Ridho mengatakan proses persiapan bahan makanan dimulai sejak tengah malam, kemudian proses memasak dilakukan sekitar pukul 05.30 WIB.
Distribusi makanan dilakukan sekitar pukul 11.00 WIB.
Rafli menyebut proses penyediaan makanan telah dijalankan sesuai standar operasional prosedur.
Ia juga mengakui sebelum kasus di Ponpes Manbaul Hikam mencuat, sudah terdapat laporan beberapa siswa dari SDN Kalitengah 1 dan SDN Kalitengah 2 yang mengalami keluhan setelah menerima makanan.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo telah mengambil sampel makanan dan muntahan korban untuk diperiksa di laboratorium kesehatan di Surabaya.
Hingga hasil laboratorium keluar, pemerintah belum menetapkan sumber kontaminasi maupun penyebab pasti kejadian tersebut. (*)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER








Salah Satu Tempat Terkering di Dunia Diselimuti Salju, Badai Atacama Menjangkau hingga Dekat Pasifik

Kasasi Dua Terdakwa Kasus Sabu 89,6 Kg Asal Aceh Ditolak, Vonis 20 Tahun-Penjara Seumur Hidup Inkrah














