Pemerintah Aceh Ajukan Kebutuhan Anggaran Rp153,3 Triliun untuk Pemulihan Pascabencana

Ribuan gelondongan kayu yang rata-rata berukuran raksasa yang terbawa bencana ekologis masih membanjiri sekeliling masjid Pesantren Darul Mukhlisin di Kampung Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu, 13 Desember 2025. (Foto: Kompas/Adrian Fajriansyah)
Banda Aceh, MISTAR.ID
Pemerintah Aceh mengajukan kebutuhan anggaran sebesar Rp153,3 triliun untuk pemulihan menyeluruh pascabencana banjir dan longsor. Kebutuhan tersebut tertuang dalam Dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) yang telah disampaikan kepada Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, mengatakan dokumen R3P telah diserahkan pada 3 Februari 2026 dan saat ini tengah menjalani proses verifikasi oleh BNPB.
"Dokumen R3P telah disampaikan ke Pemerintah Pusat melalui BNPB. Saat ini BNPB sedang melakukan verifikasi administrasi dan akan dilanjutkan dengan verifikasi faktual ke lapangan di kabupaten/kota," kata Muhammad dalam keterangannya, Minggu (8/2/2026) dilansir dari CNNIndonesia.
Ia menjelaskan, dokumen R3P tersebut telah disahkan oleh Gubernur Aceh dan memuat data lengkap terkait kerusakan, kerugian, serta rencana pemulihan pascabencana yang diusulkan oleh seluruh level kewenangan, mulai dari kementerian/lembaga, Pemerintah Aceh, hingga pemerintah kabupaten/kota.
Berdasarkan rekapitulasi dokumen, kebutuhan anggaran pemulihan mencapai Rp153,3 triliun dengan rincian kewenangan kementerian/lembaga (pusat) sebesar Rp41,8 triliun, Pemerintah Aceh Rp22 triliun, pemerintah kabupaten/kota Rp60,43 triliun, serta masyarakat dan dunia usaha Rp29 triliun.
Muhammad MTA menyebut tim Bappenas RI juga telah turun langsung ke Aceh untuk melakukan rapat koordinasi dengan Tim Pemerintah Aceh guna menyelaraskan dokumen R3P sebagai bagian dari tahapan persiapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
"Setelah verifikasi faktual selesai, BNPB akan meneruskan dokumen R3P tersebut kepada Bappenas RI sebagai dasar penyusunan program rehab-rekon pascabencana," ujarnya.
Di tengah proses tersebut, Pemerintah Aceh disebut terus melakukan berbagai langkah pemulihan. Gubernur Aceh, kata Muhammad, secara konsisten mengajak seluruh elemen untuk tetap bersatu dan bekerja bersama agar Aceh dapat bangkit dan pulih lebih baik dari dampak bencana. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Populasi Pesut Mahakam Hampir Punah, Pemerintah Siapkan Langkah Darurat PenyelamatanNEXT ARTICLE
HPN 2026, Pers Disebut Kunci Ekonomi BangsaBERITA TERPOPULER























