Yahdi Khoir Dorong Percepatan Pemulihan Infrastruktur Pascabencana di Sumut dan Aceh

Ketua Fraksi PAN DPRD Sumut, Yahdi Khoir Harahap, saat menyalurkan bantuan sosial di Aceh beberapa waktu lalu. (foto: istimewa/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Sumatera Utara (Sumut), Yahdi Khoir Harahap, mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk segera mempercepat pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak bencana di Sumut dan Provinsi Aceh, khususnya Kabupaten Bener Meriah.
Dorongan tersebut disampaikan Yahdi usai turun langsung menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban banjir bandang dan tanah longsor di Desa Meriah Jaya, Kecamatan Gajah Putih, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, pada 25–27 Januari 2026 lalu.
Menurut Yahdi, kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan berdampak serius terhadap aktivitas serta perputaran ekonomi masyarakat. Berdasarkan temuannya di lapangan, distribusi hasil bumi dan pertanian tidak dapat berjalan maksimal akibat terputusnya akses transportasi.
"Akibat infrastruktur yang rusak, perputaran ekonomi masyarakat menjadi terhambat. Padahal hasil pertanian seperti kopi dan durian merupakan sumber penghidupan utama warga Bener Meriah dan memiliki keterkaitan erat dengan pasar di Sumatera Utara," ujarnya, Senin (2/2/2026).
Ia mengatakan, kondisi sejumlah infrastruktur di Kabupaten Bener Meriah dan Bireuen masih memprihatinkan. Beberapa jembatan dan ruas jalan dinilai jauh dari kata layak, meski menjadi jalur utama pengangkutan hasil bumi menuju Sumatera Utara.
"Jembatan di Bener Meriah dan Bireuen belum sepenuhnya pulih pascabanjir bandang. Saat ini sebagian hanya bisa dilalui karena perbaikan darurat hasil gotong royong masyarakat bersama TNI. Kondisi ini harus segera menjadi perhatian serius pemerintah," katanya.
Ia menyarankan pemerintah pusat perlu segera mengucurkan dan mendistribusikan anggaran secara maksimal untuk percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur. Menurutnya, langkah tersebut menjadi harapan besar masyarakat agar dapat kembali beraktivitas secara normal.
"Kasihan masyarakat Aceh yang ingin menjual hasil buminya ke Sumut, sekarang sangat terbatas. Ini berdampak besar terhadap perekonomian Aceh dan Sumatera Utara. Kondisi ini harus segera dituntaskan," ucapnya.
Selain di Aceh, ia juga mendorong Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk mempercepat pemulihan infrastruktur di sejumlah daerah terdampak bencana. Ia menilai infrastruktur merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas perputaran ekonomi masyarakat.
"Di Sumut juga harus dipercepat. Jangan sampai terlalu berlarut-larut, apalagi menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri. Kita ingin perputaran ekonomi masyarakat tetap stabil dengan infrastruktur yang layak," tuturnya.
Yahdi kemudian menceritakan kondisi akses jalan menuju Kabupaten Bireuen dan Bener Meriah saat menyalurkan bantuan sosial dari PAN Sumut. Di jalur nasional Bireuen–Takengon, ia melihat langsung sejumlah titik jalan amblas dan longsor akibat bencana.
"Untuk mencapai daerah yang terdampak, kami harus berjalan hampir dua kilometer dan menyeberangi sungai menggunakan jembatan darurat yang terbuat dari papan kayu. Sementara itu, jembatan permanen masih dalam pembangunan oleh tentara Tentara Nasional Indonesia (TNI)," katanya.
Selain menyalurkan bantuan pangan, Yahdi juga menyebut pihaknya menggelar pengobatan gratis dan menyalurkan ratusan paket sembako kepada lebih dari 200 kepala keluarga di wilayah terdampak.
Ia menegaskan kehadirannya bersama rombongan merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial, sejalan dengan pesan Ketua Umum PAN Bantu Pangan, Bantu Rakyat serta arahan DPW PAN agar kader dan fraksi senantiasa peka terhadap persoalan rakyat.
"Motto saya adalah Selalu Bersama Rakyat. Meski secara administratif berbeda, masyarakat Sumatera Utara dan Aceh adalah saudara yang harus saling membantu," ucap Yahdi.





















