Friday, June 26, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Pemadaman Bergilir Ditargetkan Berakhir Awal Juli

Mistar.idKamis, 25 Juni 2026 pukul 10.02 WIB
pemadaman_bergilir_ditargetkan_berakhir_awal_juli

Ilustrasi Listrik Padam. (iStock)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID - Pemerintah menyatakan gangguan pasokan listrik yang memicu pemadaman bergilir di sejumlah daerah tidak akan berlangsung lama atau berakhir Juni ini.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut PT PLN (Persero) telah berkomitmen untuk menormalkan kembali sistem kelistrikan setelah bulan Juni berakhir.

"Kemarin PLN sudah menjanjikan sesudah bulan Juni akan normal," ujar Airlangga, dilansir dari Kompas.com, Kamis (25/6/2026).

Menurut Airlangga, gangguan kelistrikan tersebut memang berdampak pada berbagai sektor, khususnya kegiatan industri yang beroperasi di wilayah Pulau Jawa.

Meski demikian, pemerintah belum memiliki rincian mengenai besaran pengaruhnya terhadap aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

Ia menegaskan, perbaikan pasokan listrik saat ini terus dilakukan dan pemerintah berharap kondisi kembali stabil sesuai target yang telah disampaikan PLN. Dengan demikian, aktivitas industri maupun sektor lainnya dapat kembali berjalan normal tanpa terganggu pemadaman bergilir.

"Ya tentu, beberapa sektor terutama di Jawa kan terkait dengan beberapa industri," ucapnya.

Sebelumnya, PT PLN (Persero) mengakui adanya kendala teknis operasional pembangkit dan gangguan pada dua unit pembangkit besar yang menyebabkan penurunan kemampuan pasokan listrik di sistem kelistrikan Pulau Jawa.

Kondisi tersebut membuat PLN menerapkan manajemen beban secara terbatas dan terukur di sejumlah wilayah, alias pemadaman bergilir.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto mengatakan, meski terdapat gangguan pada pembangkit, sistem kelistrikan Jawa saat ini masih beroperasi dan terkendali dengan baik.

"Namun demikian, untuk menjaga keandalan pasokan listrik kepada pelanggan, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas dan terukur di sejumlah wilayah," ucapnya dalam keterangan resmi, Jumat (19/6/2026).

Ia menjelaskan, terdapat kendala teknis operasional pembangkit bersamaan dengan dua unit pembangkit besar mengalami gangguan sehingga tidak beroperasi sementara.

Kondisi ini berdampak pada penurunan kemampuan sistem pasokan listrik. Menurut Gregorius, PLN saat ini terus melakukan berbagai upaya untuk mempercepat pemulihan pasokan. Perseroan bekerja sama dengan berbagai pihak guna mempercepat perbaikan pembangkit yang mengalami gangguan. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN