Thursday, June 11, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Lebih dari 10 Ribu Ton Ikan Sapu-sapu Ditangkap di Jakarta, Pemprov Siapkan SOP Pemusnahan Aman

Mistar.idKamis, 23 April 2026 08.48
journalist-avatar-top
lebih_dari_10_ribu_ton_ikan_sapusapu_ditangkap_di_jakarta_pemprov_siapkan_sop_pemusnahan_aman

Ikan sapu-sapu (Foto: Detik)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta mengungkapkan total tangkapan ikan sapu-sapu di wilayah ibu kota telah mencapai 10.189 ton. Angka ini merupakan akumulasi hasil penangkapan dari lima wilayah kota administrasi.

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, menjelaskan bahwa jumlah tersebut dihimpun dari kegiatan penangkapan serentak yang dilakukan pada 17 April 2026, serta operasi lanjutan oleh Pemerintah Kota Jakarta Timur pada 20 April dan Jakarta Selatan pada 21 April.

Ia menegaskan, pihaknya telah menyiapkan prosedur operasional standar (SOP) untuk memastikan proses pemusnahan ikan berlangsung aman dan tidak mencemari lingkungan. Dalam prosedur tersebut, ikan yang ditangkap wajib dipastikan mati terlebih dahulu sebelum dikuburkan.

“Prosesnya dilakukan dengan cara membelah atau mematahkan leher ikan, lalu dimasukkan ke dalam karung tertutup sebelum dibawa ke lokasi penguburan yang telah ditentukan,” ujar Hasudungan.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengungkap adanya opsi pemanfaatan ikan sapu-sapu sebagai bahan alternatif, salah satunya diolah menjadi arang. Ia menyebut metode ini pernah diterapkan di Brasil, yang juga menghadapi persoalan serupa.

“Di Brasil, ikan ini tidak hanya diberantas, tetapi juga dimanfaatkan menjadi produk lain seperti arang,” kata Rano.

Ia mengakui sempat terkejut dengan besarnya volume tangkapan yang mencapai puluhan ribu ton. Hal tersebut mendorong pemerintah daerah untuk mencari solusi yang tidak hanya berfokus pada pemusnahan, tetapi juga pemanfaatan.

Di sisi lain, Rano menanggapi kritik terkait praktik penguburan ikan yang belum sepenuhnya mati. Ia menyatakan hal tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah.

“Kami akan perbaiki prosedurnya. Ke depan, dipastikan ikan sudah mati sebelum dilakukan penanganan lebih lanjut,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan program pengendalian ikan sapu-sapu akan terus berlanjut. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem perairan serta mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh spesies invasif tersebut.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN