21.9 C
New York
Tuesday, June 18, 2024

Jokowi Beberkan Penyebab Upacara Kemerdekaan di IKN dan Jakarta

Jakarta, MISTAR.ID

Pelaksanaan upacara peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus mendatang akan digelar di Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Jakarta.

Di IKN, upacara 17 Agustus bakal dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden terpilih 2024-2029, Prabowo Subianto.

Sedangkan di Jakarta akan dipimpin oleh Wakil Presiden (Wapres), Ma’ruf Amin didampingi Wapres terpilih 2024-2029, Gibran Rakabuming Raka di Istana Kepresidenan.

Baca juga:Upacara Kemerdekaan HUT RI ke-78, Ribuan Warga Padati Kantor Gubernur Sumut

Skema upacara itu dibeberkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy. “Skenarionya di 2 tempat, sebagian di IKN sebagian di sini (Istana Jakarta). Pak Wapres di sini, lalu di IKN insya allah pak Presiden langsung,” paparnya dilansir, pada Senin (10/6/24).

Wacana itu akan lain dari upacara tahun-tahun sebelumnya. Sebab perdana digelar di 2 tempat, yaitu IKN dan Istana Kepresidenan Jakarta.

Jokowi mengatakan, pelaksanaan upacara 17 Agustus 2024 dilaksanakan di 2 lokasi sebab masih dalam masa transisi pemindahan ibu kota.

Baca juga:Sekda Palas Sempat Khawatir Ada Insiden saat Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-78

“Ini kan masa transisi ya. Masa transisi dari Jakarta mengarah ke IKN supaya ada perjalanan menuju pindahnya itu kelihatan,” sebutnya dilansir, pada Selasa (11/6/24).

Untuk upacara 17 Agustus berikutnya bisa digelar di IKN usai terbit Keputusan Presiden (Keppres) perihal perpindahan ibu kota dari Jakarta ke IKN.

Sebelumnya, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menuturkan, jika persiapan upacara 17 Agustus di IKN telah hampir final. Jokowi mengatakan, tak ada masalah berarti terkait wacana pelaksanaan 17 Agustus di IKN. Ia memastikan, sekitar pertengahan Juli 2024, pembangunan di IKN telah selesai untuk upacara 17 Agustus.

Upacara 17 Agustus 2024 bakal sebagai upacara terakhir Jokowi menjadi Presiden. Nantinya, upacara akan diikuti oleh sejumlah tokoh, termasuk duta besar (dubes) negara-negara sahabat. Hanya terhadap tamu undangan yang mengikuti upacara di IKN, kemungkinan tidak bakal menginap. (kcm/hm16)

Related Articles

Latest Articles