Wednesday, July 8, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Basarnas Makassar Intensifkan Pencarian Pesawat ATR Indonesia Air Transport Hilang Kontak di Maros

Mistar.idSabtu, 17 Januari 2026 pukul 19.38 WIB
basarnas_makassar_intensifkan_pencarian_pesawat_atr_indonesia_air_transport_hilang_kontak_di_maros

Ilustrasi pesawat hilang kontak (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) Makassar melanjutkan operasi pencarian pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport yang dilaporkan hilang kontak pada Sabtu, 17 Januari 2026. Upaya pencarian difokuskan di kawasan Leang-leang, Kabupaten Maros, berdasarkan koordinat terakhir yang diterima otoritas penerbangan.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyampaikan bahwa sebanyak 25 personel telah diterjunkan dan dibagi ke dalam tiga regu pencarian. Seluruh tim bergerak menuju lokasi yang diduga menjadi titik hilangnya kontak pesawat.

“Total ada tiga tim yang bergerak. Personel saat ini masih dalam perjalanan menuju lokasi yang diduga di daerah Leang-leang,” ujar Andi Sultan, dikutip dari Media Indonesia, Sabtu (17/1/2026).

Peralatan Lengkap Dikerahkan Tim SAR

Kantor SAR (Kansar) Makassar mengerahkan berbagai peralatan pendukung untuk memaksimalkan operasi, mulai dari drone pemantau udara, truk personel, hingga kendaraan rescue. Pencarian dilakukan secara darat dan udara mengingat kondisi geografis wilayah yang berbukit dan didominasi kawasan karst.

Pesawat yang hilang kontak diketahui merupakan ATR buatan tahun 2000 dengan nomor seri 611. Pesawat tersebut mengoperasikan rute Yogyakarta (Bandara Adi Sucipto/JOG) menuju Makassar (Bandara Sultan Hasanuddin/UPG) dengan Pilot in Command Capt. Andy Dahananto.

Kronologi Kehilangan Kontak

Direktur Jenderal Perhubungan Udara melalui pernyataan resmi yang disampaikan Lukman menjelaskan, pada pukul 04.23 UTC, pesawat diarahkan oleh Air Traffic Control (ATC) Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21 Bandara Sultan Hasanuddin.

Namun, dalam proses pendekatan, pesawat terdeteksi berada di luar jalur pendaratan yang seharusnya. ATC kemudian memberikan arahan koreksi posisi serta sejumlah instruksi lanjutan agar pesawat kembali ke jalur sesuai prosedur.

“Setelah penyampaian arahan terakhir oleh ATC, komunikasi dengan pesawat terputus atau loss contact,” jelas Lukman.

Atas kondisi tersebut, ATC segera menetapkan fase darurat DETRESFA (Distress Phase) sesuai ketentuan keselamatan penerbangan.

Koordinasi Nasional dan Crisis Center Dibuka

AirNav Indonesia Cabang MATSC langsung berkoordinasi dengan Rescue Coordination Center (RCC) Basarnas Pusat, Kepolisian Resor Maros, serta otoritas bandara. Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar juga telah menyiapkan Crisis Center di Terminal Keberangkatan sebagai pusat informasi dan koordinasi bagi keluarga korban.

Selain itu, AirNav Indonesia tengah mempersiapkan penerbitan Notice to Airmen (NOTAM) terkait kegiatan pencarian dan pertolongan guna mendukung keselamatan navigasi udara di sekitar area operasi SAR.

Jumlah Penumpang dan Kondisi Cuaca

Jumlah orang di dalam pesawat atau Persons on Board (POB) dilaporkan sebanyak 10 orang, terdiri dari tujuh awak pesawat dan tiga penumpang. Informasi awal cuaca di sekitar lokasi kejadian menunjukkan jarak pandang sekitar 8 kilometer dengan kondisi sedikit berawan.

“Detail dan konfirmasi lanjutan masih dikoordinasikan dengan BMKG,” tambah Lukman.

Daftar Awak dan Penumpang Pesawat

Berdasarkan dokumen manifest resmi, berikut daftar awak pesawat:

  1. Kapten Pilot: Andy Dahananto
  2. First Officer: Yudha Mahardika
  3. Pilot Latih: Sukardi
  4. Petugas Operasi Penerbangan: Hariadi
  5. Teknisi Penerbangan: Franky D. Tanamal
  6. Teknisi Penerbangan: Junaidi
  7. Pramugari: Florencia Lolita
  8. Pramugari: Esther Aprilita S.

Sementara itu, tiga penumpang yang tercatat dalam manifes adalah:

  1. Deden
  2. Ferry
  3. Yoga

Pembaruan Informasi Berkala

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menegaskan akan terus melakukan koordinasi intensif dengan AirNav Indonesia, Basarnas, TNI AU, operator penerbangan, serta instansi terkait lainnya untuk memastikan penanganan berjalan optimal. Informasi terbaru akan disampaikan secara berkala sesuai perkembangan resmi di lapangan.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN