Akhir Kisah Tumbler Hilang: Argi Kembali Kerja, Donasi Dialihkan ke Banjir Sumatera

Anita pemilik Tumbler Tuku yang hilang di KRL berdamai dengan petugas KAI, Argi. (foto:instagram@commuterline/mistar)
Jakarta, MISTAR.ID
Nama pegawai PT Kereta Api Indonesia (Persero) bernama Argi kembali menarik perhatian publik setelah menolak penggalangan dana yang ditujukan untuk dirinya. Respons Argi, sosok pegawai yang sempat diberitakan dipecat dan kemudian dipekerjakan kembali, menuai pujian dari warganet.
Seorang pengguna Threads dengan akun @mightymutia membagikan cerita bahwa ia bersama sejumlah warganet telah mengumpulkan dana untuk membantu Argi. Namun, respons Argi berada di luar dugaan banyak pihak.
Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa Argi menolak menerima donasi meski tengah menghadapi situasi sulit usai terancam kehilangan pekerjaan.
“Mas Argi menolak menerima donasi sebagai bentuk integritas dan prinsip kehati-hatian,” tulis akun itu.
Sikap tersebut membuat penghargaan publik terhadap Argi semakin tinggi.
Dana Dialihkan ke Korban Banjir Sumatera
Para donatur bersama inisiator sepakat mengalihkan dana tersebut kepada korban bencana. Akun @mightymutia menyampaikan bahwa pengalihan donasi telah mendapat izin dari Argi.
“Atas persetujuan Mas @argi_bdsyh dan para donatur, sisa dana sebesar Rp2.018.057 sudah diserahkan ke PMI Pusat untuk korban banjir Sumatera,” tulisnya.
Dalam unggahan yang sama, akun tersebut juga menyampaikan ucapan terima kasih dari Argi kepada seluruh warganet yang telah memberikan dukungan sejak kasusnya viral.
Peristiwa ini bermula ketika Anita lupa membawa cooler bag setelah menaiki KRL rute Tanah Abang–Rangkasbitung pada Senin (17/11/2025). Cooler bag itu ditemukan oleh petugas keamanan dan diamankan, namun isinya berupa tumbler telah hilang.
Argi, petugas Passenger Service, mengakui tidak memeriksa isi cooler bag karena situasi stasiun ramai. Ia menghubungi pemilik dan meminta maaf melalui pesan singkat, bahkan bersedia mengganti tumbler senilai Rp300.000 dan membantu pencarian melalui rekaman CCTV. Akibat kejadian tersebut, Argi sempat dikabarkan terancam kehilangan pekerjaan, memicu simpati publik dan desakan agar ia dipekerjakan kembali.
Berakhir Damai
Kasus tumbler hilang itu akhirnya berakhir damai pada Kamis (27/11/2025). PT KAI menyatakan seluruh pihak telah bertemu dan mencapai kesepahaman melalui mediasi.
“Pertemuan kekeluargaan menghasilkan kesepahaman bersama dari seluruh pihak,” ujar Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin dalam keterangannya, Jumat (28/11/2025).
Bobby menegaskan bahwa KAI menjunjung profesionalitas layanan serta memberikan dukungan penuh kepada setiap pekerja. Ia memastikan Argi tetap menjadi bagian dari KAI Group dan kembali bertugas.
“Argi tetap menjadi karyawan KAI Group serta bagian dari garda terdepan pelayanan. Terus semangat bertugas dan memberikan layanan terbaik kepada pelanggan,” ujarnya.
Vice President Corporate Communications KAI, Anne Purba, menambahkan bahwa tidak ada pemecatan terhadap Argi sebagaimana isu yang beredar. KAI juga akan melakukan evaluasi untuk memperkuat koordinasi layanan, termasuk prosedur penanganan barang tertinggal. (hm16)













