Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Dirut KAI Bantah Pemecatan Pegawai Akibat Kasus Tumbler Hilang di KRL, Ini Kronologinya

Mistar.idKamis, 27 November 2025 15.06
JS
dirut_kai_bantah_pemecatan_pegawai_akibat_kasus_tumbler_hilang_di_krl_ini_kronologinya

Viral kasus penumpang KRL yang kehilangan tumbler Tuku. (foto:threads/anita dewi/mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Bobby Rasyidin, angkat suara mengenai isu pemecatan karyawan akibat keluhan penumpang yang mengaku kehilangan tumbler (botol minum) yang tertinggal di Kereta Rel Listrik (KRL).

Keluhan tersebut viral di media sosial dan memicu kabar bahwa seorang pegawai dipecat. Namun, KAI membantah kabar tersebut.

“Tidak ada orang yang dipecat,” tegas Bobby singkat di Ayana Mid Plaza, Jakarta Pusat, Kamis (27/11/2025), tanpa menjelaskan kelanjutan penanganan kasus tersebut.

Kronologi Barang Tertinggal

Peristiwa yang viral berawal dari unggahan seorang penumpang yang menceritakan hilangnya tumbler milik pribadi yang tertinggal di KRL rute Tanah Abang–Rangkasbitung, Senin (24/11/2025) sekitar pukul 19.00 WIB. Ia menyadari barang tertinggal setelah turun di Stasiun Rawa Buntu, Tangerang Selatan.

Penumpang kemudian melapor kepada petugas keamanan dan diinformasikan bahwa barang dapat diambil di Stasiun Rangkasbitung. Keesokan harinya, cooler bag berhasil ditemukan, tetapi tumbler di dalamnya sudah hilang.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyatakan bahwa pihaknya masih menelusuri informasi tersebut untuk memastikan kebenaran kejadian. Ia menegaskan bahwa tidak ada pemecatan pegawai seperti yang beredar di media sosial.

“Sebagai tahap awal, kami melakukan koordinasi dengan pihak mitra pengelola petugas front liner,” ujar Karina, Kamis (27/11/2025).

Karina menjelaskan bahwa Commuter Line memiliki prosedur kepegawaian yang mengikuti regulasi ketenagakerjaan, serta melakukan evaluasi menyeluruh untuk mencegah kejadian serupa. Ia juga mengingatkan bahwa barang pribadi merupakan tanggung jawab pengguna.

Setiap stasiun memiliki layanan lost and found, dan barang yang tidak diambil dalam jangka waktu tertentu akan dipindahkan ke gudang pusat penyimpanan.

“Pengambilan barang tertinggal dilakukan mengikuti prosedur yang berlaku. Kami mengimbau seluruh pengguna commuter line untuk memastikan barang bawaannya aman dan tidak tertinggal,” tutup Karina. (hm16)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN