Kasus Tumbler TUKU Heboh, Harga Tembus Rp300 Ribu dan Jadi Buruan

Tumber Tuku9.(foto:bisnis/mistar)
Jakarta, MISTAR.ID
Tumbler keluaran kedai kopi TUKU menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah seorang penumpang KRL mengaku kehilangan tumbler miliknya dan diduga menyalahkan petugas PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Peristiwa tersebut memicu polemik luas hingga diduga berujung pemecatan seorang petugas stasiun.
Dalam unggahan yang viral, penumpang tersebut menceritakan bahwa ia menyimpan tumbler berbahan stainless di dalam cooler bag yang tertinggal di bagasi kereta. Ketika barang tersebut ditemukan dan dikembalikan oleh petugas, tumbler di dalamnya sudah tidak ada. Penumpang itu kemudian meminta pertanggungjawaban petugas dan PT KAI.
Kasus ini menjadi viral dan menuai pro dan kontra. Banyak warganet menilai penumpang tersebut gegabah menyalahkan petugas hingga diduga menyebabkan kehilangan pekerjaannya. Sejumlah netizen bahkan menawarkan bantuan untuk mengganti tumbler yang hilang, sehingga produk tumbler TUKU ikut meningkat popularitasnya dan dicari banyak orang.
Harga Tumbler TUKU
Berikut daftar harga beberapa tumbler TUKU yang dijual di e-commerce:
Tumbler Stainless Handle TUKU 650 ml – Rp250.000
Tumbler TUKU9 – Rp199.000
TUKU x Chalo Lab Bobo Square 780 ml – Rp450.000
TUKU x Chako Lab Linlin Kettle Tritan 1150 ml – Rp350.000
Bidon – Rp278.000
Adapun tumbler milik penumpang KRL bernama Anita Dewi berjenis Tumbler Stainless Handle TUKU 350 ml dengan harga sekitar Rp225.000 di Tokopedia. Sementara itu, harga penggantinya yang disebut dalam utas X (Twitter) viral mencapai Rp310.000 melalui Shopee.
Kronologi Tumbler Hilang hingga Diduga Petugas Dipecat
Dalam unggahan di platform Thread, akun @anitadewl menceritakan bahwa cooler bag berisi tumbler miliknya tertinggal di Commuter Line rute Tanah Abang–Rangkasbitung, Senin (27/11/2025) sekitar pukul 19.00 WIB.
Setelah melapor, ia menerima foto cooler bag dalam kondisi lengkap. Namun saat barang diserahkan di Stasiun Rangkasbitung, tumbler tersebut tidak ada. Ia lalu mempertanyakan kepada petugas Passenger Service (PS), tetapi petugas mengaku tidak mengetahui keberadaannya.
Akibat laporan tersebut, seorang petugas Passenger Service bernama Argi mengaku diberhentikan. Melalui akun Thread, ia menyampaikan penjelasan dan permohonan:
“Pekerjaan saya sekarang di ujung tanduk karena postingan itu. Demi Allah pak, bukan saya yang ambil tumbler tersebut. Dampaknya sangat besar,” tulis Argi.
Insiden ini memicu perdebatan publik mengenai etika pelaporan, transparansi prosedur kehilangan barang di KRL, serta nasib petugas lapangan yang bekerja di bawah tekanan. Kasus ini terus berkembang dan menjadi perhatian nasional. (hm16)
BERITA TERPOPULER























