Monday, September 28, 2026
home_banner_first
MEDAN

Peringati HUT ke-81, Pelanggan KAI Sumut Tumbuh 5 Persen

Mistar.idSenin, 28 September 2026 pukul 17.53 WIB
peringati_hut_ke81_pelanggan_kai_sumut_tumbuh_5_persen_

Masyarakat yang melakukan face recognition di Stasiun Medan. (Foto: PT KAI Divre I Sumut)

news_banner

Medan, MISTAR.ID (28/9/2026) - Memasuki usia ke-81 tahun pada 28 September 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus bertransformasi termasuk di Sumatera Utara. Momen bersejarah berawal dair pengambilan kekuasaan perkeretaapian dari Jepang tahun 1945, yang menjadi tonggak penting evolusi transportasi darat berbasis rel di Indonesia.

Manager Humas KAI Divre I Sumut, Anwar Yuli Prastyo, menjelaskan sejarah perkeretaapian di Sumut memiliki rekam jejak dan karakter peralihan yang khas dibandingkan wilayah lain di Indonesia.

Peralihan kelembagaan di Sumut, baru terjadi saat proses nasionalisasi perusahaan kereta api swasta Belanda yakni Deli Spoorweg Maatschappij (DSM), setelah kemerdekaan Indonesia tahun 1957.

Perusahaan eks-DSM kemudian disatukan dalam jaringan perkeretaapian negara yang terus berevolusi, mulai dari Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKARI) hingga menjadi PT KAI (Persero).

"Pembangunan jaringan rel pertama di Sumut, dipelopori oleh DSM pada 25 Juli 1886 dengan rute awal Medan–Labuhan. Pembangunan infrastruktur ini, awalnya murni untuk mendukung kawasan Deli sebagai pusat perkebunan ekspor komoditas primadona seperti tembakau Deli, karet, dan kelapa sawit," katanya, Senin (28/9/2026).

Jaringan rel terus berkembang hingga menghubungkan pusat kota seperti Belawan, Binjai, Tebing Tinggi, Pematangsiantar, Tanjungbalai, dan Rantau Prapat.

"Pada masa kejayaannya, sekitar tahun 1937 total panjang lintasan rel warisan DSM pernah mencapai 553,2 kilometer. Meski beberapa jalur cabang seperti arah Bangun Purba dan Pangkalan Brandan sudah dinonaktifkan karena permintaan angkutan komoditas perkebunan yang mengalami penurunan, KAI Divre I Sumut masih mengoperasikan jalur sepanjang 476,46 kilometer," ujarnya.

Jaringan ini telah dimodernisasi dan diintegrasi dengan pusat mobilitas masa kini, termasuk pembukaan jalur baru menuju Bandara Internasional Kualanamu, Pelabuhan Kuala Tanjung, dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.

"Transformasi ini berbanding lurus dengan tingginya tingkat kepercayaan masyarakat. Berdasarkan data operasional periode Januari hingga Agustus 2026, KAI Divre I Sumut berhasil melayani 1.857.059 pelanggan atau tumbuh 5 persen daripada tahun lalu di periode yang sama," tuturnya.

Sepanjang delapan bulan pertama di 2026, volume angkutan barang naik 16 persen menjadi 550.162 ton, melampaui capaian 2025 yang hanya 472.609 ton.

Komoditas utama yang menjadi andil utama, adalah bahan bakar minyak (BBM), peti kemas, crude palm oil (CPO), dan berbagai produk industri lainnya.

"Peringatan HUT ke-81 KAI, bukan sekadar ajang mengenang sejarah masa lalu. Capaian positif tahun ini adalah bukti nyata dari komitmen KAI terus relevan dengan tuntutan zaman melalui peningkatan kinerja layanan penumpang, penguatan logistik berbasis digitalisasi, dan integrasi antarmoda demi menggerakkan roda ekonomi masyarakat Sumut," tuturnya. (hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN