Penjualan Hiasan Natal di Pusat Pasar Medan Anjlok, Pedagang Singgung Dampak Bencana dan E-commerce

Suasana toko pernak pernik Natal di Pusat Pasar Kota Medan. (Foto: amita/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Penjualan pernak-pernik dan pohon Natal di Pusat Pasar yang berada di Jalan M.T. Haryono No. 8, Pusat Pasar, Kecamatan Medan Kota, pada penghujung tahun 2025 dilaporkan mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Para pedagang menduga kondisi ini dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas belanja daring (online) serta duka akibat bencana alam yang melanda beberapa wilayah di Sumatra.
Salah seorang penjual hiasan Natal musiman, Gomblo Napitupulu (55), yang telah berdagang sejak tahun 2000-an, menyatakan bahwa penurunan penjualan sangat terasa tahun ini. Ia mulai menggelar dagangannya sejak Oktober 2025.
"Penjualan sungguh menurun tahun ini. Bisa saja pengaruh dari online, atau barangkali juga ada bencana-bencana alam seperti ini," kata Gomblo, Senin (15/12/2025).
Gomblo menyebutkan bahwa barang-barang yang dijualnya sebagian besar merupakan impor dari Republik Rakyat Cina (RRC).
Ia merinci rentang harga pohon Natal yang dijual, yakni pohon Natal kecil berukuran 90 sentimeter dibanderol sekitar Rp80.000, sementara pohon Natal besar dengan tinggi sekitar 3 meter bisa mencapai Rp2.000.000.
Sementara itu, untuk pernak-pernik dan aksesori Natal lainnya, harganya bervariasi.
"Ada yang Rp15.000, Rp30.000, hingga Rp50.000, tergantung bentuk, ukuran, dan isi," ucapnya.
Saat ini, Gomblo memiliki empat orang karyawan yang membantunya menjual pernak-pernik Natal.
Pelanggan Gomblo biasanya berasal dari hampir seluruh wilayah Sumatra, termasuk warga Medan. Untuk pembeli dari Medan, umumnya berasal dari perusahaan, perkantoran, rumah sakit, serta sekolah.
Salah seorang pembeli, Leni, yang tengah membeli hiasan dan lampu Natal, mengaku selalu datang ke Pusat Pasar setiap bulan Desember.
"Beli perlengkapan buat Christmas. Belinya hiasan-hiasan dan lampu-lampunya. Menurut saya, harga di sini standar, lah, murah," ujar Leni.
Ia berharap di tengah kondisi saat ini, semua orang senantiasa diberi kesehatan, serta damai dan sejahtera selalu hadir dalam kehidupan orang-orang terkasih. (hm27)






















