Tuesday, June 9, 2026
home_banner_first
MEDAN

Lewat Perdes, Desa Bisa Deteksi Dini Penyalahgunaan Narkoba

Mistar.idSelasa, 9 Juni 2026 16.43
EH
MA
lewat_perdes_desa_bisa_deteksi_dini_penyalahgunaan_narkoba

Anggota Fraksi Golkar DPRD Sumatera Utara, Viktor Silaen. (Foto: Ari/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Menindaklanjuti maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba di kawasan wisata Kabupaten Toba, Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Sumatera Utara (Sumut) Viktor Silaen akan mendorong diberlakukannya Peraturan Desa (Perdes) Anti Narkoba.

Perdes diklaim mampu memberikan landasan hukum bagi pemerintah desa untuk menjalankan berbagai program pencegahan, edukasi, pengawasan, hingga deteksi dini terhadap warga yang diduga terlibat penyalahgunaan narkoba.

“Kita ingin ada gerakan yang sistematis. Jangan sampai narkoba semakin merajalela karena dianggap hanya urusan polisi. Ini ancaman nyata bagi masa depan daerah dan generasi muda kita,” ujarnya pada wartawan di Gedung DPRD Sumut, Selasa (9/6/2026).

Menurutnya, desa harus menjadi garda terdepan dalam memutus mata rantai peredaran narkoba yang kini semakin mengkhawatirkan dan telah menjangkau daerah-daerah terpencil.

“Biarkan aparat penegak hukum menjalankan tugas dan kewenangannya. Namun masyarakat juga harus mengambil peran. Kita tidak bisa hanya menjadi penonton ketika narkoba menghancurkan generasi muda, bahkan hingga ke pelosok desa,” katanya.

Masih dikatakan Viktor, “keberhasilan pemberantasan narkoba sangat bergantung pada keterlibatan berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, hingga keluarga.”

Setiap desa diharapkan mampu membangun mekanisme pencegahan yang disepakati bersama melalui musyawarah dan sosialisasi yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Ia berharap usulan Perdes Anti Narkoba dapat berkembang menjadi gerakan kolektif yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat sehingga perang melawan narkoba tidak berhenti sebagai slogan semata, melainkan menjadi aksi nyata yang dirasakan hingga ke akar rumput.

Selain itu, ia turut mengusulkan sejumlah langkah preventif yang dapat diterapkan di tingkat desa. Salah satunya pemeriksaan narkoba bagi calon pengantin sebagai bentuk komitmen membangun keluarga yang sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.

“Tidak boleh ada toleransi terhadap narkoba. Kesadaran masyarakat harus terus dibangun bahwa penyalahgunaan narkoba tidak hanya merugikan individu, tetapi juga menghancurkan keluarga, lingkungan sosial, dan masa depan bangsa,” tuturnya.

Upaya pemberantasan narkoba membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif dibanding sekadar penegakan hukum. Penguatan kontrol sosial di tengah masyarakat dinilai menjadi faktor penting untuk mempersempit ruang gerak para pengguna maupun pengedar narkoba.

Di sisi lain, pentingnya menjaga kawasan Danau Toba sebagai destinasi pariwisata prioritas nasional agar terbebas dari ancaman peredaran narkoba.

“Kita tidak boleh kalah dari pengedar narkoba. Sumatera Utara harus menunjukkan bahwa masyarakatnya bersatu melawan narkoba. Dari desa, sekolah, rumah ibadah, hingga lingkungan keluarga, semuanya harus berada di garis depan untuk menyelamatkan generasi muda,” ujarnya. (hm20)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN