Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Pengamat: Alarm Serius Kebebasan Berpendapat

Aktivis KontraS, Andrie Yunus, yang menjadi korban penyiraman air keras. (Foto: Istimewa/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Pengamat Sosial Sumatera Utara (Sumut), Agus Suriadi, menyoroti kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Ia menilai peristiwa tersebut menjadi sinyal peringatan serius bagi masyarakat terkait pentingnya menjaga kebebasan berpendapat serta perlindungan terhadap aktivis.
Agus menyampaikan, tindakan kekerasan seperti ini tidak hanya merugikan korban secara individu, tetapi juga berpotensi mencederai demokrasi dan ruang publik yang sehat.
“Ini adalah alarm bagi kita semua. Kekerasan terhadap individu karena perbedaan pandangan dapat merusak iklim demokrasi dan membungkam kritik yang seharusnya dijaga,” ujarnya kepada Mistar, Selasa (21/4/2026).
Menurutnya, masyarakat perlu bersatu dalam menolak segala bentuk kekerasan serta mendukung kebebasan berpendapat sebagai bagian dari pembangunan sosial yang lebih baik.
Lebih lanjut, Agus menyoroti pengakuan pelaku yang dilatarbelakangi oleh dendam terkait isu RUU TNI. Ia menilai hal ini menunjukkan adanya ketegangan yang cukup dalam di tengah masyarakat.
“Ini mencerminkan adanya kelompok yang merasa terancam oleh kritik atau perubahan, sehingga merespons dengan cara-cara kekerasan. Ini tentu menjadi persoalan serius,” kata Ketua Program Studi Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Sumatera Utara itu.
Ia juga mengingatkan bahwa kasus ini berpotensi memperburuk polarisasi di tengah masyarakat. Pasalnya, ia menilai perbedaan pandangan terhadap isu-isu strategis bisa memicu pembelahan antara kelompok pro dan kontra yang berujung pada konflik lebih besar jika tidak dikelola dengan baik.
“Jika tidak disikapi secara bijak, kondisi ini dapat memperlebar jurang perpecahan di masyarakat,” ucapnya.
Ia turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas, mengedepankan dialog, serta menghormati perbedaan pandangan sebagai bagian dari kehidupan demokratis. (hm25)





















