Pengamat: Kenaikan Harga Plastik Menggerus Pendapatan Pedagang, Pengeluaran Membengkak

Ilustrasi. (foto: istimewa/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Lonjakan harga plastik di pasar tradisional Kota Medan kini menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan usaha mikro dan kecil. Pengamat Ekonomi dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, mengatakan kenaikan harga plastik yang mencapai dua kali lipat telah menggerus pendapatan pedagang dalam jumlah yang cukup signifikan.
Berdasarkan hasil pantauan terbaru, harga plastik jenis PE ukuran seperempat kilogram melonjak dari Rp26.000 menjadi Rp52.000 per kg, atau naik sebesar 100 persen. Bahkan, di sejumlah pasar daring (marketplace), harganya menyentuh Rp61.000 per kg.
Gunawan memaparkan hitungan matematis mengenai dampak kenaikan ini terhadap pengeluaran harian pedagang grosir kecil yang mengemas komoditas seperti minyak goreng curah atau gula pasir.
"Jika sebuah toko menjual 75 bungkus minyak dan gula setiap hari menggunakan plastik PE, ada tambahan biaya Rp130 per bungkus. Dalam sebulan, pengeluaran tambahan untuk plastik kemasan saja mencapai Rp585.000," kata Gunawan, Senin (20/4/2026).
Angka tersebut semakin membengkak jika ditambah dengan penggunaan plastik kresek. Dengan asumsi penggunaan 200 lembar kresek per hari yang harganya naik dari Rp12.000 menjadi Rp16.000 per bungkus, pedagang harus merogoh kocek tambahan Rp120.000 per bulan.
"Jika ditotalkan, ada tambahan pengeluaran sekitar Rp705.000 per bulan. Uang sebesar itu sebenarnya bisa digunakan pedagang untuk membayar tagihan listrik nonsubsidi dan cicilan wifi setiap bulannya," ucapnya.
Beban tambahan sebesar Rp700.000 per bulan dinilai terlalu berat untuk ditanggung oleh pedagang kelas mikro dalam jangka waktu lama. Gunawan memperkirakan hal ini akan memicu gelombang kenaikan harga barang di pasar tradisional yang disebabkan oleh biaya kemasan (packaging-driven inflation).
Persoalan lain yang muncul adalah teknis transaksi di lapangan. Karena kenaikan harga plastik per lembar berada di bawah pecahan uang terkecil (di bawah Rp500), pedagang cenderung melakukan pembulatan harga ke atas.
"Kenaikan harga plastik per lembar ini sulit disesuaikan secara presisi karena angkanya lebih rendah dari Rp500. Dampaknya, harga barang kemungkinan besar akan dinaikkan dengan pembulatan ke atas. Ini yang perlu diwaspadai karena akan langsung memukul daya beli masyarakat bawah," ujar Gunawan.
PREVIOUS ARTICLE
Harga Daging Sapi di Deli Serdang NaikBERITA TERPOPULER
Prediksi Argentina vs Honduras: Albiceleste Diunggulkan Menang dalam Laga Pemanasan Piala Dunia 2026





















