Tuesday, June 9, 2026
home_banner_first
MEDAN

19 Tahun Menabung dari Kebun Pisang, Asniah Daulay Jemaah Tertua Kloter 1 Berangkat Haji

Mistar.idSelasa, 21 April 2026 09.13
AN
AA
19_tahun_menabung_dari_kebun_pisang_asniah_daulay_jemaah_tertua_kloter_1_berangkat_haji

Asniah Daulay, 82 tahun, jemaah calon haji tertua Kloter 1 asal Binjai, saat beristirahat di Asrama Haji Medan, Selasa (21/4/2026). (Foto: Amita/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Di antara ratusan jemaah calon haji Kelompok Terbang (Kloter) 1 yang memasuki Asrama Haji Medan, sosok Asniah Daulay mencuri perhatian. Di usianya yang telah menyentuh 82 tahun, warga Kebun Lada, Binjai, ini tercatat sebagai jemaah tertua yang berangkat pada gelombang pertama menuju Madinah.

Meski langkahnya tak lagi sigap, raut kebahagiaan terpancar jelas dari wajahnya. Bagi Asniah, keberangkatan tahun ini adalah jawaban atas doa dan tetesan keringatnya selama hampir dua dekade terakhir.

Pekerjaannya sehari-hari hanyalah seorang petani di kebun pisang. Namun, keterbatasan penghasilan tidak menyurutkan niatnya untuk memenuhi rukun Islam kelima.

Dengan penuh kesabaran, ia menyisihkan sedikit demi sedikit hasil penjualan pisangnya selama 19 tahun untuk mengumpulkan biaya perjalanan ibadah haji (BPIH).

"Saya sudah menabung sejak 19 tahun lalu dari hasil kerja di kebun pisang. Alhamdulillah, sangat senang tahun ini akhirnya bisa berangkat," kata Asniah saat ditemui di gedung penerimaan jemaah, Selasa (21/4/2026).

Perjalanan Asniah menuju Baitullah tidaklah instan. Setelah uang tabungannya mencukupi untuk mendaftar, ia harus bersabar melewati masa tunggu (waiting list) selama 9 tahun.

Tahun ini, harapannya terwujud. Ia tidak berangkat sendirian, melainkan didampingi oleh keponakannya yang setia membantu keperluan fisiknya selama di perjalanan nanti.

"Alhamdulillah, hari ini berangkat bersama keponakan. Doa saya di sana nanti, semoga keluarga selalu bahagia dan sehat selalu," ucapnya lirih namun penuh keyakinan.

Kisah Asniah menjadi bukti nyata bahwa niat yang kuat dan ikhtiar yang konsisten dapat mengantarkan siapa saja ke Tanah Suci, tanpa memandang latar belakang profesi. Semangatnya sebagai petani kebun pisang yang mampu berhaji di usia senja menjadi inspirasi bagi para jemaah lain di Kloter 1.

Pihak PPIH Embarkasi Medan sendiri telah menyiapkan layanan khusus bagi jemaah lansia seperti Asniah, mulai dari bantuan kursi roda hingga pendampingan kesehatan intensif, guna memastikan jemaah dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk meskipun di tengah keterbatasan fisik. (hm25)


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN