Inovasi Layanan Haji 2026: Kartu Nusuk Kini Dibagikan dan Diaktivasi Langsung di Embarkasi Medan

Ketua PPIH Embarkasi Medan, Zulkifli Sitorus, menyampaikan skema baru pembagian Kartu Nusuk bagi jemaah calon haji Sumatera Utara, Jumat (17/4/2026). (Foto: Amita/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Kabar gembira bagi para jemaah calon haji asal Sumatera Utara (Sumut). Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pembagian dan aktivasi Kartu Nusuk atau kartu identitas resmi jemaah untuk akses ibadah di tanah suci kini dilakukan lebih awal sejak di tanah air.
Ketua PPIH Embarkasi Medan, Zulkifli Sitorus, mengungkapkan langkah ini merupakan bagian dari inovasi peningkatan layanan Kementerian Haji Arab Saudi untuk mempermudah pergerakan jemaah setibanya di bandara tujuan.
Zulkifli menjelaskan proses pembagian Kartu Nusuk di Embarkasi Medan akan melibatkan pihak penyedia layanan resmi dari Arab Saudi secara langsung.
"Insyaallah besok Syarikah Rakin sudah hadir di Medan. Mereka akan terus bertempat di embarkasi ini karena mereka harus membagi langsung Kartu Nusuk, sekaligus mengaktivasi masing-masing kartu kepada jemaah kita," kata Zulkifli, Jumat (17/4/2026).
Langkah jemput bola ini dilakukan agar jemaah tidak lagi perlu mengantre atau mengalami kendala administrasi identitas saat sampai di Jeddah maupun Madinah.
Sebelumnya, Kartu Nusuk biasanya baru diterima jemaah ketika mereka sudah berada di penginapan atau bandara di Arab Saudi. Dengan skema baru ini, jemaah sudah mengantongi kartu yang aktif sejak berangkat dari Medan.
"Alhamdulillah, memang ini inovasi peningkatan layanan dari Kementerian Haji kepada jemaah. Jika tahun sebelumnya dibagi di Arab Saudi, tahun ini akan dibagi di bandara (keberangkatan) dan embarkasi. Insyaallah masih sesuai dengan rencana," ucapnya.
Kartu Nusuk merupakan dokumen digital dan fisik yang krusial bagi jemaah haji. Kartu ini berfungsi sebagai tanda pengenal sah selama menjalankan rangkaian ibadah haji, digunakan untuk memasuki area-area terbatas di Masya’ir (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), dan membantu otoritas Arab Saudi membedakan jemaah resmi dengan jemaah non-prosedural.
Dengan persiapan aktivasi di Embarkasi Medan, PPIH berharap jemaah dapat lebih fokus pada persiapan ibadah dan mental, tanpa perlu mengkhawatirkan masalah teknis kartu identitas setibanya di tanah suci.





















