DPRD Sumut: Memperingati Hari Kesaktian Pancassila, Momentum Bentengi Generasi Muda Dari Narkoba

Anggota Komisi E, Ebenejer Sitorus (kiri), Wakil Ketua Komisi B, Frans Dante Ginting (kanan). (Foto: Ari/Mistar)
Medan, MISTAR.ID (1/30/2026) - Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2026 harus menjadi momentum untuk memperkuat karakter generasi muda memastikan mereka tidak mudah terpecah belah oleh perbedaan sekaligus membebaskan mereka dari ancaman penjajahan narkoba yang dapat merusak masa depan bangsa.
Hal ini ditegaskan oleh Ebenejer Sitorus, Sekretaris Fraksi Hanura di DPRD Sumatera Utara, dan Frans Dante Ginting, Wakil Ketua Komisi B, dalam pernyataan mereka kepada wartawan, Kamis (1/10/2026) terkait Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap tahun pada tanggal 1 Oktober.
"Nilai-nilai Pancasila harus menjadi benteng dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks," tegas Ebenejer Sitorus.
Ia mengingatkan generasi muda bangsa bahwa sekadar menghafal prinsip-prinsipnya atau mengikuti upacara tidaklah cukup untuk benar-benar mengamalkan Pancasila.
Sebaliknya, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Kabupaten Asahan itu menekankan bahwa Pancasila harus diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari—terutama dengan menjunjung tinggi persatuan, menghormati perbedaan, memupuk toleransi, serta menjauhi penyalahgunaan narkoba.
Ebenezer menambahkan bahwa generasi muda merupakan kekuatan vital bagi masa depan Indonesia. Oleh karena itu, mereka harus dibekali dengan nilai-nilai kebangsaan yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh ideologi atau kepentingan yang dapat memecah belah persatuan bangsa.
"Kita tidak boleh membiarkan generasi muda terpecah belah akibat perbedaan suku, agama, afiliasi politik, atau pandangan. Kita juga harus bekerja sama untuk melindungi mereka dari bahaya narkoba. Jika generasi muda rusak, bagaimana mungkin kita bisa mengharapkan bangsa ini menjadi kuat?" ujarnya.
Anggota Komisi E DPRD Sumut itu menilai, semangat persatuan yang terkandung dalam Pancasila harus terus ditanamkan di semua lapisan mulai dari keluarga, sekolah, dan masyarakat hingga organisasi kepemudaan.
Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, generasi muda juga harus memiliki kemampuan menyaring informasi agar tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong, ujaran kebencian, atau konten yang memecah belah.
Sementara itu, Frans Dante Ginting mencermati bahwa ancaman yang dihadapi generasi muda saat ini tidak hanya berupa perpecahan akibat perbedaan pandangan, tetapi juga penyalahgunaan narkoba yang dapat menghancurkan masa depan mereka.
Oleh karena itu, peringatan Hari Kesaktian Pancasila hendaknya dipandang sebagai kesempatan untuk memperkuat karakter dan meneguhkan tanggung jawab terhadap masa depan bangsa.
"Pancasila harus menjadi pedoman bagi generasi muda. Nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial harus diwujudkan dalam kehidupan nyata salah satunya dengan menciptakan lingkungan yang sehat dan memiliki keberanian untuk menolak narkoba," ujar Frans Dante.
Anggota dewan yang mewakili daerah pemilihan Karo, Dairi, dan Pakpak Bharat itu mengatakan, keluarga, sekolah, pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh agama, dan masyarakat harus bekerja sama untuk melindungi generasi muda.
Lebih jauh, politisi Golkar itu menegaskan bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan tindakan penegakan hukum. Pasalnya, ia menilai diperlukannya pula pendidikan, pembentukan karakter, kegiatan positif, serta perhatian terhadap lingkungan pergaulan anak dan remaja. (hm02)













































