Sulap Minyak Jelantah MBG Jadi Lilin Aromaterapi, MAN 1 Medan Raih Emas pada Ajang Internasional di Malaysia

Lilin aromaterapi dari limbah minyak jelantah MBG karya siswa MAN 1 Medan yang meraih medali emas di Malaysia.(Foto: MAN 1 Medan/Mistar)
Medan, MISTAR.ID (1/10/2026) - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Medan kembali menorehkan prestasi internasional. Setelah sebelumnya meraih juara di Jepang dengan menciptakan bata dan genteng dari limbah kulit buah program Makan Bergizi Gratis (MBG), kali ini tim MAN 1 Medan meraih medali emas dengan menyulap limbah minyak goreng bekas atau jelantah MBG menjadi lilin aromaterapi bernilai ekonomi.
Inovasi ini diusung salah satu dari lima tim MAN 1 Medan yang meraih medali pada ajang World Invention Competition and Exhibition (WICE) 2026 di SEGi University, Kota Damansara, Malaysia, belum lama ini.
Guru Pembimbing Ekstrakurikuler Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) MAN 1 Medan, Doni Anggara, mengatakan gagasan lilin aromaterapi dari tim bernama Lumicycle berawal dari upaya pemanfaatan limbah minyak jelantah dari dapur penyedia MBG di lingkungan sekolah agar tidak mencemari lingkungan.
"Konsepnya kami bentuk kurang lebih selama sebulan. Awalnya hanya ingin mengeraskan limbah minyak jelantah agar tidak mencemari lingkungan, tapi akhirnya kami kepikiran untuk membuat konsep lain yang lebih menarik," kata Doni, Kamis (1/10/2026).
Doni menjelaskan, timnya mengolah minyak jelantah dengan mencampurkan bahan pengeras serta wewangian seperti lavender, citrus, dan lainnya. Formulasi itu berhasil menghilangkan aroma sisa penggorengan dan mengubahnya menjadi produk lilin yang aromatik serta menarik secara visual.
"Jadi, limbah minyak jelantah juga dapat berkurang dengan diubah menjadi produk yang bernilai ekonomi. Pemanfaatan ini juga menjadi bagian dari upaya kami dalam mengembangkan konsep ekonomi sirkular," tuturnya.
Sementara itu, Kepala MAN 1 Medan, Reza Faisal, memberikan apresiasi atas capaian siswa yang dinilai mampu menunjukkan kepedulian lingkungan sekaligus daya saing di tingkat global.
MAN 1 Medan, sebutnya, mengirimkan lima tim dengan total 26 siswa untuk mengikuti ajang internasional di Malaysia. Kelima tim tersebut membawa medali, dengan rincian tiga medali emas dan dua medali perak.
"Keberhasilan ini menjadi bagian dari komitmen madrasah dalam mendukung serta mendorong pengembangan kemampuan peserta didik, mulai dari kreativitas, inovasi, penelitian, dan keberanian untuk mengikuti kompetisi hingga di tingkat global," ucap Reza.
WICE 2026 merupakan pameran dan kompetisi inovasi internasional yang mempertemukan peneliti muda dari berbagai negara. Ajang ini memperlombakan sejumlah kategori, antara lain Environmental Science, Applied Life Sciences, Applied Physics and Engineering, IT and Robotics, dan Innovative Social Sciences.
Keempat tim lainnya dari MAN 1 Medan yang berhasil meraih medali, yakni:
1. Tim Coffemyco, mengubah limbah bubuk kopi dan gelatin menjadi material alternatif menyerupai kulit untuk produk kerajinan seperti dompet, tas, dan sampul buku.
2. Tim Claranas, membuat serbuk minuman sehat kaya nutrisi dari limbah nanas dan kulit ikan lele.
3. Tim Carbonova, memanfaatkan limbah cangkang kelapa sawit menjadi material penyaring karbon pada knalpot kendaraan guna mereduksi emisi gas buang.
4. Tim MediBee, mengembangkan perangkat teknologi berupa alarm pengingat jadwal konsumsi obat secara teratur.(hm02)
PREVIOUS ARTICLE
Studi: Kurangi Makanan Ultra-Proses, Gejala Depresi Bisa Membaik












































