Bobby Nasution Minta Polisi Tegas Berantas Pungli di Wisata Sidebukdebuk Karo

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution. (Foto: Iqbal/Mistar)
Medan, MISTAR.ID - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution meminta ketegasan pihak kepolisian menindak tegas pelaku pungutan liar (pungli) yang masih ada di wisata Air Panas Semangat Gunung atau yang lebih dikenal Sidebukdebuk.
Bobby mengatakan Satpol PP Sumut telah diturunkan melakukan pengawasan di kawasan destinasi wisata yang terletak di Kabupaten Karo tersebut. Hasilnya masih ditemui sejumlah kelompok yang tetap saja nakal melakukan pungli.
"Ya dari kemarin kita lihat masih ada yang melakukan pengutipan, tidak semua warga lagi, artinya hanya ada beberapa orang dan beberapa kelompok di sana, kemarin Satpol PP telah melaporkan dan telah mendapat nama-namanya," ujarnya kepada wartawan, Selasa (30/6/2026).
Bobby mengatakan kelompok-kelompok tersebut sudah pernah diamankan tapi dilepaskan polisi. Ia pun meminta kepolisian agar bisa bekerja sama yang baik dengan pemerintah.
"Sudah pernah diamankan cuma setelah diamankan dilepaskan polisi lagi, jadi kami minta tolong polisi harus kooperatiflah, kalau alasannya kurang banyak bukti, mau bukti apalagi ya saya rasa. Masyarakat sudah banyak yang mengeluh bahkan ada yang diancam dengan sajam," ucapnya.
Ia pun mengembalikan hal tersebut kepada pihak kepolisian. Menurutnya polisi harus tegas agar tidak ada lagi pungli di destinasi Sidebukdebuk.
"Saya rasa pemerintah lewat Satpol PP sudah all out, kalau polisinya nggak mau nangkap terus nanti akan jadi bentrok di sana. Kalau sudah bentrok nanti kita dibilang arogan, tapi kalau polisinya tetap tidak mau nangkap, ya harus viral sejauh mana lagi baru polisinya gerak," ujar Bobby.
Bobby pun kembali mengatakan janjinya akan membangun sejumlah fasilitas jika pungli berhasil dituntaskan.
"Sudah dilakukan (musyawarah dengan warga) makanya tadi saya sampaikan ada beberapa kelompok masyarakat yang nggak mau padahal saya sudah sampaikan nanti akan kita bangunkan pusat UMKM, tempat oleh-oleh," ucapnya.
Ia pun mengatakan kelompok-kelompok yang melakukan pungli tersebut umumnya dalam pengaruh narkotika.
"Kalau dari laporan pelaku usaha di sana kelompok ini yang masih main (melakukan pengutipan) itu afiliasinya yang masih berdampak narkoba, nah warga di sana tahu masak polisi nggak tahu, masa harus viral lagi, titik beratnya saya rasa sekarang di penegak hukumnya ya. Kami pemerintah kalau boleh nangkap sudah kami tangkap," katanya.
PREVIOUS ARTICLE
HUT Kota Medan ke-436, Bapenda Siapkan Motor hingga Sepeda Listrik bagi Wajib Pajak PBB






















