Bapenda Medan Studi Tiru ke Denpasar Tanpa Gunakan APBD

Bapenda Kota Medan saat Studi Tiru ke Bapenda Denpasar. (Foto: Istimewa/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Mencari bahan evaluasi sekaligus masukan dari daerah lain dalam optimalisasi penerimaan pajak, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan melakukan studi tiru ke Denpasar, Bali.
Tanpa menggunakan dana Anggaran Pembiayaan Belanja Daerah (APBD), Kepala Bapenda Medan, M Agha Novrian, memboyong seluruh jajarannya guna menyempurnakan upaya yang dilakukan selama ini.
“Alhamdulillah, kunjungan kerja kita kemarin (Selasa) disambut baik oleh Bapenda Denpasar. Studi Tiru ini terealisasi berkat bantuan dan dukungan mitra Perbankan di Sumatera Utara,” ucap Agha melalui keterangan yang diterima Mistar, Rabu (10/6/2026).
Dikatakannya, kunjungan kerja ini merupakan langkah strategis dalam memperluas wawasan dan meningkatkan kapasitas pihaknya dalam melakukan pengelolaan pendapatan daerah di Kota Medan.
“Kami mendapat banyak informasi dan praktik baik yang dapat menjadi bahan evaluasi maupun kajian untuk diterapkan di Kota Medan, khususnya dalam penguatan digitalisasi layanan, peningkatan kepatuhan wajib pajak, serta optimalisasi penerimaan PAD,” katanya.
Agha menyadari pasti ada kekurangan dalam setiap sistem maupun program yang dijalankan dalam mengelola pendapatan daerah.
“Untuk itu komunikasi dan koordinasi antara daerah harus rutin dilakukan, sehingga apa yang menjadi kekurangan bisa dengan cepat dievaluasi. Begitu juga dengan sistem daerah lain yang baik bisa kita adopsi di Kota Medan,” ujarnya.
Selama melakukan kunjungan kerja ke Bapenda Denpasar, Agha mengaku tertarik dengan beberapa program digitalisasi dan inovasi perpajakan yang dipaparkan.
“Di Denpasar ada pelayanan digital seperti SIMPADA Terpadu, aplikasi mobile Pajak Digital (PAGI) Denpasar, hingga berbagai klaster digital pelayanan pajak yang bertujuan mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan perpajakan secara cepat, mudah dan transparan. Beberapa inovasi dari sana akan kita kaji dan pelajari. Jika memang cocok dengan Kota Medan, bisa saja kita lakukan juga,” ucapnya. (hm20)
























