Angka Pengangguran di Sumut Turun, Sektor Pertanian Jadi Penopang Utama

Ilustrasi pelamar kerja. (Foto: SinPo.id)
Medan, MISTAR.ID
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mencatat adanya perbaikan indikator ketenagakerjaan pada periode Februari 2026. Meski jumlah penduduk usia kerja terus bertambah, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di wilayah ini mengalami penurunan tipis sebesar 0,04 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Statistik Ahli Utama BPS Sumut, Misfaruddin, mengungkapkan jumlah angkatan kerja di Sumut pada Februari 2026 mencapai 8,135 juta orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7,727 juta orang merupakan penduduk bekerja, sementara 408 ribu orang sisanya masih berstatus pengangguran.
"Penduduk bekerja naik sebanyak 28 ribu orang, sementara pengangguran turun sebanyak seribu orang dibandingkan Februari 2025," kata Misfaruddin dalam keterangannya, Kamis (14/5/2026).
Berdasarkan struktur lapangan usaha, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Sumatera Utara dengan kontribusi mencapai 27,85 persen. Disusul oleh sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 20,45 persen, serta sektor Industri sebesar 10,18 persen.
Namun, dari sisi status pekerjaan, pasar kerja di Sumatera Utara masih didominasi oleh kegiatan informal. Tercatat sebanyak 4,475 juta orang (57,91 persen) bekerja di sektor informal, sedangkan sektor formal baru menyerap 3,252 juta orang (42,09 persen).
"Kualitas tenaga kerja juga tercermin dari tingkat pendidikan, di mana penduduk bekerja didominasi oleh tamatan SMA/sederajat sebesar 29,85 persen. Sementara itu, TPT tertinggi justru ditemukan pada tamatan Diploma I/II/III yang mencapai 9,14 persen," ucap Misfaruddin.
Menanggapi data tersebut, Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) menilai penurunan angka pengangguran ini patut diapresiasi, meski secara nominal jumlah penganggur relatif stagnan di angka 408 ribu orang jika ditarik garis sejak 2024.
Menurutnya, ada faktor pendorong baru yang membantu penyerapan tenaga kerja di awal tahun 2026 ini, salah satunya adalah implementasi program nasional di tingkat lokal.
"Penyerapan tenaga kerja dari kehadiran dapur MBG (makan bergizi gratis) menjadi salah satu pintu masuk yang membuat tingkat pengangguran alami penurunan," ujar Gunawan.
Meski demikian, ia mengingatkan pemerintah daerah agar tidak cepat berpuas diri. Pasalnya, rasio penyerapan tenaga kerja di Sumut dinilai masih belum mampu mengimbangi lonjakan jumlah angkatan kerja baru yang masuk ke pasar setiap tahunnya.
"Jangan berpuas hati, jumlah masyarakat yang menganggur relatif tidak mengalami perbaikan yang berarti. Serapan tenaga kerja di Sumut masih belum mampu mengimbangi peningkatan jumlah angkatan kerja setiap tahunnya," tuturnya. (hm20)
BERITA TERPOPULER






BERITA TERPOPULER























