Vitamin D Berkontribusi Terhadap Umur Panjang

Ilustrasi. (Foto: OTC Digest)
Jakarta, MISTAR.ID
Vitamin D kerap disebut berperan dalam memperpanjang usia melalui berbagai mekanisme biologis yang membantu menjaga fungsi tubuh tetap optimal hingga lanjut usia. Selama ini, vitamin D lebih dikenal sebagai nutrisi penting untuk kesehatan tulang. Namun, temuan ilmiah terbaru menunjukkan manfaatnya jauh lebih luas.
Sejumlah penelitian mutakhir mengaitkan kecukupan kadar vitamin D dengan peluang hidup yang lebih panjang sekaligus kualitas hidup yang lebih baik. Mengacu pada laporan Medical News Today, Kamis (25/12/2025), berikut beberapa peran utama vitamin D yang dinilai berkontribusi terhadap umur panjang.
Menekan risiko kanker kolorektal
Vitamin D diketahui berperan dalam menurunkan risiko kanker kolorektal, salah satu kanker dengan angka kematian tertinggi di dunia. Berbagai studi yang melibatkan lebih dari satu juta responden menunjukkan bahwa kadar vitamin D yang lebih tinggi berkaitan dengan risiko kanker usus besar yang lebih rendah.
Penelitian yang dimuat dalam jurnal Nutrients juga menemukan bahwa pasien kanker kolorektal dengan kadar vitamin D yang mencukupi memiliki tingkat kelangsungan hidup yang lebih baik serta risiko kematian yang lebih rendah. Selain itu, vitamin D diduga memiliki sifat antikanker karena mampu membantu memicu kematian sel abnormal dan menahan pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali.
Memperlambat penuaan biologis
Peran vitamin D juga terlihat pada proses penuaan di tingkat sel. Salah satu penanda penuaan biologis adalah panjang telomer, yakni struktur DNA yang melindungi ujung kromosom. Telomer akan memendek seiring bertambahnya usia, dan proses ini berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit degeneratif.
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam The American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa konsumsi suplemen vitamin D3 dapat memperlambat pemendekan telomer pada sel darah putih. Efek ini disebut setara dengan perlambatan penuaan biologis sekitar tiga tahun. Penelitian tersebut dilakukan melalui uji klinis pada peserta yang mengonsumsi vitamin D3 setiap hari dalam jangka waktu beberapa tahun. Hasilnya, laju penuaan sel pada kelompok yang mendapat vitamin D tercatat lebih lambat dibandingkan kelompok plasebo, terutama pada individu tanpa obesitas.
Mengurangi risiko serangan jantung berulang
Manfaat vitamin D juga berkaitan dengan kesehatan jantung. Suplemen vitamin D3 dinilai berpotensi menurunkan risiko serangan jantung kedua pada pasien yang sebelumnya pernah mengalami serangan jantung.
Dalam uji klinis yang melibatkan ratusan pasien pasca-serangan jantung, kelompok yang menerima vitamin D3 dengan dosis yang disesuaikan menunjukkan angka kekambuhan serangan jantung yang lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol.
Meski manfaat vitamin D semakin banyak ditemukan, asupan berlebihan justru dapat menimbulkan dampak negatif. Walaupun tergolong jarang, kelebihan vitamin D dapat memicu berbagai gangguan kesehatan.
Merujuk pada Cleveland Clinic, kebutuhan vitamin D harian bagi orang dewasa adalah sekitar 600 IU. Sementara lansia berusia di atas 70 tahun membutuhkan sekitar 800 IU per hari. Batas aman konsumsi vitamin D adalah maksimal 4.000 IU per hari. Jika melebihi angka tersebut, risiko gangguan kesehatan bisa meningkat.
Gejala kelebihan vitamin D antara lain mual dan muntah, sembelit, dehidrasi, rasa haus berlebihan, sering buang air kecil, kelelahan tanpa sebab jelas, otot melemah, hingga nyeri tulang.
Karena itu, asupan vitamin D sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu. Konsultasi dengan tenaga medis dianjurkan, terutama bila mengonsumsi suplemen vitamin D dalam dosis tinggi.
Vitamin D dapat diperoleh dari paparan sinar matahari, sumber makanan tertentu, serta suplemen bila diperlukan. Dengan kadar yang mencukupi, vitamin D tidak hanya membantu menjaga kesehatan sehari-hari, tetapi juga berpotensi mendukung umur panjang dan kualitas hidup yang lebih baik. (hm20)
















