Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Target 100 Juta Pemanfaat CKG Tidak Tercapai, Pengamat: Puskesmas Harus Jemput Bola

Mistar.idKamis, 5 Maret 2026 pukul 05.00 WIB
target_100_juta_pemanfaat_ckg_tidak_tercapai_pengamat_puskesmas_harus_jemput_bola_

Pengamat Kesehatan, Dr R Kintoko Rochadi. (foto: berry/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Pengamat Kesehatan, Dr R Kintoko Rochadi, memberikan beberapa saran kepada Pemerintah Indonesia, buntut tidak tercapainya target 100 juta pemanfaat Cek Kesehatan Gratis (CKG) selama tahun 2025 dan hanya mampu mencapai 70 juta pemanfaat.

Menurutnya, dalam memenuhi capaian target 100 juta pemanfaat CKG di Indonesia, seharusnya puskesmas dan petugas kesehatan di lapangan bisa gencar lagi untuk mengajak masyarakat.

"Puskesmas harus mengejar targetnya saja (100 juta pemanfaat), dia (petugas kesehatan) cuma menerima orang datang (untuk memeriksakan kesehatannya) tapi tidak menjemput bola," ujarnya, Rabu (4/3/2026).

Kintoko memberikan saran untuk mempercepat memenuhi capaian pemanfaatan CKG dengan membuat aturan kepada instansi, untuk mewajibkan pegawainya untuk CKG.

"Hal itu sama seperti program Keluarga Berencana (pegawai instansi didorong untuk memanfaatkan CKG). Kemudian target terbaru CKG tahun 2026 kalau tidak salah 130 juta jiwa," tuturnya.

Akademisi Fakultas Kesehatan Universitas Sumatera Utara itu juga mengatakan, masyarakat Indonesia memiliki konsep di pikirannya, kalau sakit baru berobat. Sehingga pesan agar jangan sakit dulu baru berobat disampaikan secara persuasif.

Dirinya mengatakan jika Pemerintah Indonesia memiliki kebijakan yang bagus, namun disayangkan pelaksanaan di lapangan khususnya di puskesmas dan petugas kesehatan belum sesuai.

"Petugas kesehatan juga belum bergerak dengan semangat Kesehatan Masyarakat (Kesmas) yaitu proaktif. Sementara kalau semangat non-Kesmas ya bukan proaktif, tapi reaktif, nunggu aja orang datang." ucapnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN