Penyakit Kulit Tertinggi Pascabanjir di Sumut, Dinkes Catat 9.567 Kasus

dr Arridha Hutami Putri M.Ked (DV), Sp. DV (foto:dr arridha/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara (Sumut) terus memberikan perkembangan jumlah kasus penyakit pascabencana banjir dan longsor di beberapa wilayah Sumut. Data per 15 Desember 2025 menunjukkan penyakit kulit menjadi yang tertinggi dengan 9.567 kasus.
Menanggapi hal tersebut, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr Arridha Hutami Putri M.Ked (DV), Sp. DV menegaskan bahwa, penyakit kulit yang diderita masyarakat pasti berbeda-beda, sehingga memiliki gejala yang berbeda pula.
"Masyarakat yang terkena penyakit kulit perlu dikonfirmasi atau dilihat secara langsung oleh dokter agar dapat diberikan penanganan," ujarnya kepada Mistar, Selasa (16/12/2025).
Lebih lanjut, Akademisi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) itu mengatakan agar masyarakat segera memeriksakan kondisi kulitnya jika menjumpai beberapa gejala berikut.
Baca Juga: Kasus Penyakit Kulit dan ISPA Meledak Pascabencana di Sumut, Dinkes Ungkap Angka Tertinggi
"Ruam atau perubahan warna kulit kemerahan yang semakin meluas, ada terasa nyeri, kemudian gatal yang mengganggu, bernanah, bengkak dan hangat serta demam," tuturnya.
Dokter Spesialis di Klinik UMSU itu menegaskan bahwa mencegah lebih baik dari pada mengobati, sehingga jaga selalu kebersihan kulit di tengah bencana.
"Kesehatan kulit adalah perlindungan pertama tubuh, jika sudah terkena penyakit kulit, perlindungan pertama bersihkan yang kotor dan keringkan yang basah," ucapnya.
Selain itu masyarakat juga dapat memberikan salap antibiotik pada luka, dan segera periksakan ke dokter jika dijumpai tanda-tanda gejala yang telah disebutkan tadi.






















