Monday, July 20, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Kasus Penyakit Kulit dan ISPA Meledak Pascabencana di Sumut, Dinkes Ungkap Angka Tertinggi

Mistar.idSelasa, 9 Desember 2025 pukul 15.14 WIB
kasus_penyakit_kulit_dan_ispa_meledak_pascabencana_di_sumut_dinkes_ungkap_angka_tertinggi

Ilustrasi permasalahan penyakit kulit masyarakat terdampak bencana di Sumut. (foto: Dinkes Sumut/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara (Sumut), Hamid Rijal, menyampaikan beberapa masalah kesehatan di wilayah terdampak pascabencana yang menjadi persoalan bagi masyarakat.

Hamid mengatakan bahwa terdapat dua penyakit yang paling mendominasi masyarakat terdampak bencana di beberapa wilayah Sumut, yakni Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan penyakit kulit.

“Dua penyakit tertinggi yang dilaporkan dari wilayah terdampak, dan di urutan pertama ada penyakit kulit yang mendominasi sebanyak 6.433 jiwa, serta penyakit ISPA terdapat 5.151 jiwa,” ujarnya kepada Mistar, Selasa (9/12/2025).

Dijelaskan Hamid, kondisi penyakit tersebut dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu paparan air kotor, sanitasi lingkungan yang menurun, serta kepadatan dan kelembapan di lokasi pengungsian.

Dinkes Sumut, dikatakan Hamid, turut mencatat beberapa penyakit lain yang menjadi masalah kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana di sejumlah wilayah.

“Kasus diare sebanyak 1.065 orang, kasus Influenza Like Illness (ILI) ada 755 jiwa, serta kasus suspek demam tifoid yang mencapai 534 kasus, dan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) tujuh kasus,” tuturnya.

Menurut Hamid, berbagai permasalahan kesehatan yang dialami masyarakat menggambarkan tingginya penyakit saluran cerna dan infeksi akut pada periode pascabencana tersebut.

“Hal ini menunjukkan dominasi penyakit berbasis lingkungan yang berpotensi berkembang menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) jika tidak dilakukan intervensi ataupun penanganan dengan cepat,” ucapnya. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN