Dinkes Sumut Pastikan Tak Ada Kasus Leptospirosis di Wilayah Terdampak Bencana

Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Hamid Rijal. (foto:berry/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara (Sumut), Hamid Rijal, mengatakan hingga sejauh ini tidak ditemukan kasus leptospirosis (kencing tikus) yang menyerang masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumut.
“Tidak ada laporan kasus leptospirosis, pertusis (penyakit pernapasan), maupun penyakit malaria hingga saat ini,” ujarnya kepada Mistar, Selasa (9/12/2025).
Lebih lanjut, Hamid menegaskan perlunya pemantauan ketat terhadap beberapa penyakit tersebut karena dapat meningkat saat situasi krisis akibat penurunan imunitas maupun peningkatan vektor.
Selain itu, ia mengatakan dominasi penyakit kulit, diare, dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sebelumnya lebih banyak menyerang kelompok usia di atas 5 tahun secara demografis.
“Namun, untuk balita rentan terhadap suspek penyakit campak yang juga dipengaruhi kondisi fisiologis dan status imunisasi. Penyakit yang diderita antara laki-laki dan perempuan relatif seimbang,” tuturnya.
Penyakit yang mendominasi tersebut, kata Hamid, merupakan penyakit berbasis air yang menunjukkan bahwa faktor lingkungan menjadi penyebab utama.
“Pola penyakit (ISPA, diare, penyakit kulit) selaras dengan kondisi pascabanjir yang diderita masyarakat, yang juga terpengaruh sanitasi, hunian sementara, dan akses air bersih,” ucapnya.
Dirinya pun menegaskan pentingnya penguatan surveilans, peningkatan sanitasi pengungsian, penyediaan air bersih, serta deteksi dini kasus untuk mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB). (hm27)























