Penjelasan Dokter Spesialis Kulit Tentang Gatal-Gatal Setelah Terkena Air Banjir

Ilustrasi masyarakat terdampak bencana banjir mengalami penyakit kulit. (Foto: Dinkes Sumut/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Arridha Hutami Putri, M.Ked (DV), Sp.DV, menjelaskan mengapa kulit mengalami gatal-gatal setelah terkena air banjir, baik secara langsung maupun saat beraktivitas di tengah banjir.
Dikatakannya air banjir banyak mengandung iritan maupun kontaminan dan bisa menjadi perantara berbagai penyakit. "Jika muncul rasa gatal, bisa jadi mengalami alergi terhadap iritan pada masyarakat,” ujarnya kepada Mistar, Selasa (16/12/2025).
Arridha menuturkan terdapat beberapa jenis penyakit kulit yang sering dialami masyarakat, khususnya korban bencana banjir maupun longsor.
“Infeksi bakteri seperti leptospirosis, impetigo, folikulitis; infeksi jamur seperti tinea dan kandidiasis; serta infeksi virus seperti demam berdarah dengue, HFMD, dan campak,” tuturnya.
Selain itu, penyakit kulit juga dapat disebabkan oleh dermatitis kontak akibat iritan air banjir, trench foot (kaki parit), insect bites (gigitan serangga), serta infeksi parasit seperti skabies.
“Penyakit kulit yang berkaitan dengan kondisi psikis juga bisa terjadi, seperti psoriasis (peradangan kulit), vitiligo, alopecia, dermatitis atopik, urtikaria, serta luka atau trauma kulit akibat terkena benda-benda saat banjir,” ucapnya.
Terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara (Sumut), Hamid Rijal, menyampaikan jumlah kasus penyakit kulit yang dialami masyarakat terdampak pascabencana banjir dan longsor.
“Data penyakit Dinkes Sumut menunjukkan penyakit kulit mendominasi dengan jumlah 6.912 jiwa, sedangkan penyakit ISPA tercatat sebanyak 5.829 jiwa,” ujarnya kepada Mistar, Kamis (11/12/2025) lalu. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Enam Tren Bahan Makanan Sehat yang Diprediksi Populer pada 2026BERITA TERPOPULER























