Monday, August 3, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Penyakit Gula Picu Gangguan Fungsi Otak dan Stroke

Mistar.idSenin, 3 Agustus 2026 pukul 10.07 WIB
penyakit_gula_picu_gangguan_fungsi_otak_dan_stroke

Ilustrasi. (Foto: Alodoktor)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Diabetes yang tidak dikelola dengan baik tidak hanya memengaruhi kadar gula darah, tetapi juga dapat meningkatkan risiko stroke dan gangguan fungsi otak. Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah dan saraf yang memasok darah ke otak sehingga memicu berbagai komplikasi neurologis.

Direktur dan Konsultan Senior Neurologi KIMS Hospital Electronic City, Bengaluru, Dr Sujit Kumar, mengatakan pengidap diabetes memiliki risiko stroke sekitar dua kali lebih tinggi dibandingkan orang tanpa diabetes.

Menurutnya, kadar glukosa yang terus-menerus tinggi dapat merusak lapisan dalam pembuluh darah sehingga memicu penyempitan, pengerasan, dan pembentukan bekuan darah yang berpotensi menyumbat aliran darah ke otak.

"Dengan merusak lapisan dalam pembuluh darah, glukosa membuat pembuluh darah lebih rentan terhadap penyempitan, pengerasan, dan pada akhirnya pembentukan bekuan darah," kata Dr Kumar.

Selain meningkatkan risiko stroke, diabetes juga dapat memengaruhi fungsi kognitif secara bertahap. Kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama dapat merusak pembuluh darah kecil di otak serta memicu peradangan kronis dan stres oksidatif, yang berdampak pada daya ingat, konsentrasi, kemampuan belajar, dan pengambilan keputusan.

Dr Kumar menambahkan, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa penderita diabetes jangka panjang lebih rentan mengalami demensia vaskular dan penyakit Alzheimer, meski hubungan langsung antara diabetes dan Alzheimer masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Tak hanya gula darah tinggi, kadar gula darah yang terlalu rendah atau hipoglikemia juga dapat membahayakan fungsi otak. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kebingungan, pusing, kejang, hingga kehilangan kesadaran karena otak bergantung pada glukosa sebagai sumber energi utama.

Untuk mengurangi risiko komplikasi, Dr Kumar mengimbau pengidap diabetes agar mengendalikan kadar gula darah secara konsisten melalui konsumsi obat sesuai anjuran dokter, pemantauan gula darah, serta menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol tetap dalam batas normal.

Selain itu, menerapkan pola hidup sehat menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, dan tidur yang cukup juga dinilai dapat membantu melindungi kesehatan otak serta menurunkan risiko stroke. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN