Penanganan PJB Anak Terkendala Sistem Rujukan dan Kesadaran Orang Tua

Ketua IDAI Sumut, dr Rizky Adriansyah, Sp.A(K). (foto:berry/mistar)
Medan, MISTAR.ID (26/8/2026) - Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Kardiologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Rizky Adriansyah, Sp.A(K), membeberkan kendala penanganan kasus Penyakit Jantung Bawaan (PJB) pada anak.
"Tentu banyak kendala ya (penanganan PJB anak), multifaktor juga seperti sistem rujukan, kemudian juga kesadaran masyarakat masih rendah," ujarnya kepada Mistar, Rabu (26/8/2026).
Lebih lanjut, Rizky mengatakan tidak semua orang tua dapat langsung menerima jika kondisi anaknya diketahui mengalami penyakit jantung bawaan.
Ketua IDAI Sumut itu juga menyebutkan bahwa ada orang tua yang masih mungkin denial atau tidak mau merujuk anaknya dan tidak mau ditangani.
"Bahkan ada juga orang tuanya yang enggak mau dioperasi anaknya tersebut, kemudian ada juga yang takut menjalani operasi dan itu kan banyak kejadian seperti itu," ucapnya.
Menurutnya, kejadian-kejadian yang menjadi kendala penanganan kasus PJB anak sering kali akhirnya membuat banyak pasien terlambat datang ke dokter jantung anak.
Dokter Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan itu menegaskan, untuk menghindari anak dengan penyakit jantung bawaan, upaya pencegahan sebenarnya dimulai sejak dalam kandungan.
"Artinya, 1.000 hari pertama kehidupan bayi itu kan dimulai sejak hamil ya, jadi bagaimana orang tua mengatasi masalah itu supaya kelak anaknya nanti tidak mengalami PJB," tuturnya. (hm27)
PREVIOUS ARTICLE
10 Penyebab Kaki Dingin yang Sering Diabaikan, dari Kebanyakan Ngopi sampai Penyakit Serius



















