H3N2 Subclade K Terdeteksi di 13 Provinsi, Kemenkes Sebut Situasi Masih Terkendali

Ilustrasi anak kena Influenza H3N (Foto: Istimewa/Mistar)
Jakarta, MISTAR.ID – Virus influenza A(H3N2) subclade K yang belakangan populer dengan sebutan “super flu” telah ditemukan di 13 provinsi di Indonesia. Meski demikian, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan kondisi influenza secara nasional masih dalam kategori terkendali.
Kemenkes mencatat adanya peningkatan proporsi spesimen yang menunjukkan hasil positif influenza. Berdasarkan data hingga 19 September 2026, sebanyak 185 spesimen telah diperiksa dan 86 di antaranya terkonfirmasi positif influenza.
Dari temuan tersebut, kasus influenza A(H3N2) subclade K paling banyak tercatat di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan, masing-masing sebanyak 18 kasus. Selanjutnya, Jawa Barat mencatat 12 kasus dan DKI Jakarta sebanyak 11 kasus.
Bukan Nama Medis Resmi
Istilah “super flu” yang beredar di masyarakat bukan merupakan istilah medis resmi. H3N2 subclade K merupakan bagian dari virus influenza A(H3N2) yang mengalami perubahan genetik.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut perubahan tersebut membuat subclade K memiliki perbedaan secara antigenik dibandingkan sejumlah virus H3N2 yang beredar sebelumnya. Kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan virus untuk menyebar pada populasi dengan tingkat kekebalan yang beragam.
Meski mengalami perubahan genetik, WHO hingga saat ini belum menemukan bukti bahwa H3N2 subclade K menyebabkan penyakit yang lebih parah dibandingkan influenza musiman lainnya.
Penularan Melalui Partikel Pernapasan
Influenza umumnya menyebar melalui partikel pernapasan yang keluar ketika seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, berbicara, atau bernapas.
Risiko penularan dapat meningkat ketika seseorang berada di lokasi yang ramai, terutama di dalam ruangan dengan sirkulasi udara yang kurang baik.
Karena itu, masyarakat dianjurkan menerapkan sejumlah langkah pencegahan untuk mengurangi kemungkinan penularan influenza.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain memakai masker ketika sedang sakit, mengurangi kontak dekat dengan orang lain, mencuci tangan secara rutin, serta menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin.
Memastikan pertukaran udara di dalam ruangan juga penting, terutama pada ruang tertutup yang digunakan bersama banyak orang.
Vaksinasi Jadi Salah Satu Pencegahan
Vaksinasi influenza dapat menjadi salah satu upaya untuk menekan risiko penyakit, terutama bagi kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi.
Kelompok tersebut antara lain lansia, ibu hamil, anak-anak, serta orang yang memiliki penyakit penyerta.
Masyarakat yang mengalami gejala influenza juga dianjurkan untuk beristirahat dan memantau kondisi tubuh. Konsultasi dengan tenaga kesehatan diperlukan apabila gejala semakin berat atau muncul kondisi yang mengkhawatirkan.
Dengan belum adanya bukti bahwa H3N2 subclade K menyebabkan penyakit yang lebih berat dibandingkan influenza musiman lainnya, masyarakat diimbau tetap waspada tanpa menimbulkan kepanikan.
Penerapan perilaku hidup bersih, menjaga kondisi kesehatan, serta menjalankan langkah pencegahan penularan tetap menjadi bagian penting dalam menghadapi penyebaran influenza.








































