Friday, September 25, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Bukan Dikebiri, Ini Fakta Vasektomi yang Wajib Diketahui Pria

Mistar.idJumat, 25 September 2026 pukul 05.00 WIB
bukan_dikebiri_ini_fakta_vasektomi_yang_wajib_diketahui_pria_

Ilustrasi, vasektomi pria. (Foto: Antara)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID (25/9/2026) - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN memperkuat edukasi kontrasepsi pria untuk meluruskan mitos yang masih berkembang di masyarakat.

Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Kemendukbangga/BKKBN Wahidin mengatakan, salah satu upayanya adalah Webinar Nasional KB Pria.

"Dengan meningkatnya pemahaman terhadap berbagai aspek KB pria, diharapkan penerimaan dan partisipasi laki-laki dalam program KB terus meningkat secara berkelanjutan," kata Wahidin dalam Webinar Nasional KB Pria Seri Ketiga bertajuk Berbagi Peran dengan Istri: Peran Suami dalam Kesehatan Reproduksi dan Perencanaan Keluarga Dalam Rangka Hari Kontrasepsi Sedunia 2026 yang digelar daring di Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Menurut Wahidin, edukasi harus memuat pilihan kontrasepsi dan inovasi terkini agar masyarakat memperoleh pemahaman yang tepat tentang kesehatan reproduksi.

"Melalui materi dari para narasumber, berbagai mitos dan kesalahpahaman yang berkembang diharapkan dapat diluruskan," ujarnya.

Salah satu mitos yang paling sering ditemui adalah anggapan vasektomi sama dengan dikebiri. Kemendukbangga menegaskan, vasektomi adalah tindakan menutup saluran sperma (vas deferens), bukan memotong organ kelamin. Testis tetap memproduksi hormon testosteron.

Penguatan literasi tidak hanya menyasar ayah dan suami sebagai pengambil keputusan, tetapi juga motivator KB pria, kelompok KB pria, tenaga lapangan, tenaga medis, dan pengelola program KB di provinsi serta kabupaten/kota. Mereka diharapkan menjadi agen informasi yang kredibel.

Fakta Seputar Vasektomi

1.Tidak Memengaruhi Testosteron.

Studi 2018 menunjukkan vasektomi tidak berdampak pada kadar hormon seksual jangka panjang. Testosteron tetap diproduksi testis.

Prosedur hanya berlangsung 10-15 menit dengan memotong dan menyegel vas deferens sehingga sperma tidak masuk ke air mani.

2.Tidak Menurunkan Libido dan Fungsi Seksual.

Volume air mani tetap sama karena sperma hanya 2-5 persen dari total cairan. Vasektomi tidak menyebabkan disfungsi ereksi.

Studi 2017 justru menemukan kepuasan seksual meningkat pada pria yang telah menjalani vasektomi karena kekhawatiran akan kehamilan yang tidak direncanakan berkurang.

3.Bersifat Permanen dan Tidak Mudah Dibatalkan

Sekitar 20 persen pria menyesal setelah vasektomi dan hanya 2 persen yang menjalani pembalikan dalam 10 tahun.

Operasi pembalikan lebih kompleks, mahal, memerlukan anestesi umum, dan tingkat kehamilan setelahnya bisa serendah 30 persen.

Jika masih ragu, pertimbangkan pembekuan sperma sebelum tindakan dan konsultasikan dengan dokter.

4.Tidak Langsung Steril

Sperma masih bisa bertahan di saluran selama beberapa bulan. Pasangan tetap perlu menggunakan kontrasepsi lain, seperti kondom, hingga hasil analisis sperma pascavasektomi menunjukkan tidak ada sperma.

Vasektomi merupakan satu-satunya pilihan kontrasepsi jangka panjang bagi pria dengan efektivitas lebih dari 99 persen bila prosedur tindak lanjutnya dijalani sesuai anjuran tenaga kesehatan.(Antara/givelegacy.com/hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN