Dokter Ungkap Perbedaan Penularan Hantavirus dan Leptospirosis, Sama-sama dari Tikus tapi Jalurnya Berbeda

Dokter Spesialis Paru, dr Muhammad Harbi Praditya, M.Ked(Paru), Sp.P saat Podcast Mistar. (foto:berry/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Dokter Spesialis Paru, dr. Muhammad Harbi Praditya, M.Ked (Paru), Sp.P, menjelaskan perbedaan cara penularan penyakit Hantavirus dan leptospirosis yang sama-sama berasal dari hewan tikus.
“Penyebabnya (Hantavirus dan leptospirosis) sama (dari tikus), tapi cara penularannya berbeda. Leptospirosis disebabkan air liur atau air kencing tikus yang terbawa air banjir,” ujarnya dalam Podcast Mistar, Rabu (20/5/2026).
Lebih lanjut, Harbi mengatakan, biasanya saat kondisi banjir, masyarakat akan terdampak langsung air banjir dan minimal kakinya terkena genangan tersebut.
Menurutnya, leptospirosis paling mudah masuk melalui celah-celah luka. Awalnya mungkin tidak ada luka, tetapi saat banjir seseorang bisa menginjak benda apa pun yang menyebabkan luka kecil.
“Sementara air banjir yang sudah terkontaminasi kotoran tikus, kencing, dan air liur tikus dapat mengenai luka terbuka kita. Begitu cara penularan leptospirosis,” tuturnya.
Sementara itu, Hantavirus, dikatakan Harbi, penularannya melalui hembusan udara yang membawa virus dari kotoran tikus yang sudah mengering.
“Hantavirus itu bisa terhirup melalui pernapasan, sedangkan sumber leptospirosis berasal dari air yang terkontaminasi kotoran tikus dan masuk melalui kulit yang terbuka,” katanya. (hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Dokter Paru Ungkap Bahaya Hantavirus bagi Sistem Pernapasan























