Monday, June 15, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Bolehkah Donor Darah Saat Menstruasi? Simak Penjelasan dan Syarat Medisnya

Mistar.idSenin, 15 Juni 2026 06.00
journalist-avatar-top
bolehkah_donor_darah_saat_menstruasi_simak_penjelasan_dan_syarat_medisnya_

Ilustrasi. (foto: istockphoto/mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Banyak perempuan masih bertanya-tanya apakah donor darah tetap aman dilakukan saat sedang menstruasi. Kekhawatiran tersebut muncul karena tubuh sudah kehilangan darah selama haid sehingga dikhawatirkan dapat menimbulkan lemas atau gangguan kesehatan setelah donor.

Padahal, secara medis perempuan tetap diperbolehkan mendonorkan darah saat menstruasi, selama kondisi tubuh sehat dan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Donor darah merupakan kegiatan kemanusiaan yang berperan penting dalam membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah, baik untuk tindakan operasi, pengobatan penyakit tertentu, maupun kondisi darurat.

Meski demikian, tidak semua orang dapat langsung mendonorkan darah. Sejumlah faktor kesehatan menjadi pertimbangan, termasuk kondisi tubuh saat menstruasi.

Perempuan yang sedang haid tetap dapat menjadi pendonor jika kadar hemoglobin berada dalam batas normal dan tidak mengalami keluhan kesehatan yang mengganggu.

Menstruasi memang menyebabkan tubuh kehilangan darah dan zat besi. Padahal, zat besi dibutuhkan untuk membentuk hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Pada perempuan dengan siklus menstruasi normal, kehilangan zat besi umumnya dapat tergantikan melalui asupan makanan sehari-hari. Karena itu, menstruasi biasanya tidak menjadi penghalang untuk donor darah.

Namun, perempuan yang mengalami perdarahan menstruasi berlebihan atau berlangsung lebih lama dari biasanya berisiko memiliki kadar hemoglobin yang lebih rendah. Kondisi ini dapat membuat calon pendonor tidak memenuhi syarat saat pemeriksaan kesehatan.

Sebelum donor darah dilakukan, petugas akan memeriksa kadar hemoglobin melalui tes sederhana. Jika hasilnya berada di bawah batas minimum, proses donor akan ditunda hingga kondisi tubuh kembali normal.

Selain itu, perempuan yang sedang merasa pusing, lemah, mudah lelah, atau mengalami menstruasi sangat berat disarankan menunggu hingga kondisi fisik membaik sebelum mendonorkan darah.

Cara menjaga kadar hemoglobin

Untuk membantu menjaga kadar hemoglobin tetap optimal, calon pendonor dianjurkan mengonsumsi makanan yang kaya zat besi, seperti. daging merah dan hati, ikan berlemak, bayam dan sayuran hijau, kacang-kacangan, tahu dan tempe, quinoa, serta sereal yang diperkaya zat besi.

Secara umum, seseorang dapat mendonorkan darah apabila memenuhi beberapa ketentuan berikut:

- Berusia 18 hingga 65 tahun.

- Memiliki berat badan minimal 50 kilogram.

- Dalam kondisi sehat saat donor dilakukan.

- Tidak sedang mengalami demam, flu, infeksi, atau gangguan kesehatan lainnya.

- Memiliki kadar hemoglobin sesuai batas minimal yang ditetapkan.

- Tidak sedang hamil atau menyusui.

- Tidak memiliki faktor risiko yang dapat memengaruhi keamanan donor darah.

Pemeriksaan hemoglobin menjadi salah satu tahapan penting dalam proses seleksi pendonor. Kadar hemoglobin yang mencukupi menunjukkan tubuh siap menjalani proses donor dengan aman.

Dengan demikian, perempuan yang sedang menstruasi tetap boleh mendonorkan darah. Selama kondisi kesehatan baik, kadar hemoglobin memenuhi syarat, dan tidak ada keluhan fisik yang mengganggu, donor darah dapat dilakukan dengan aman.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN