Friday, June 5, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

STIK-P Medan Gelar Donor Darah untuk Korban Bencana Sumatera

Mistar.idKamis, 8 Januari 2026 17.22
journalist-avatar-top
SH
stikp_medan_gelar_donor_darah_untuk_korban_bencana_sumatera

Mahasiswa dan Civitas STIK-P Medan berfoto bersama saat menggelar donor darah. (foto: istimewa/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Kepedulian terhadap sesama diwujudkan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan (STIK-P) Medan melalui kegiatan donor darah yang ditujukan bagi korban bencana alam di sejumlah wilayah Sumatera, termasuk Aceh dan Sumatera Barat.

Aksi kemanusiaan yang berlangsung di Aula Hj Ani Idrus, Jalan Sisingamangaraja, Medan itu digelar sebagai bagian dari praktik perkuliahan, dan penerapan nyata dari ilmu yang diperoleh mahasiswa selama pembelajarannya. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan oleh mahasiswa dengan dukungan penuh pimpinan kampus dan para dosen.

Ketua STIK-P Medan, Dr Sahkyan Asmara, menjelaskan donor darah ini terintegrasi dengan mata kuliah Retorika dan Protokoler yang diasuh dosen Suprapti Indah Putri, serta didukung mata kuliah lain yang berorientasi pada praktik lapangan.

“Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga diajak mempraktikkan nilai komunikasi, kepemimpinan, dan empati sosial lewat kegiatan kemanusiaan,” ujar Sahkyan dalam keterangannya, Kamis (8/1/2025).

Menurutnya, pengaitan kegiatan dengan kondisi kebencanaan bertujuan menumbuhkan kepekaan sosial mahasiswa terhadap persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar. Para pendonor dalam kegiatan ini berasal dari mahasiswa, dosen, keluarga dosen, hingga masyarakat umum.

Pelaksanaan donor darah ini turut melibatkan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan. Wakil Pimpinan PMI Kota Medan, Maulana Bhaihaki, mewakili Musa Rajekshah selaku Ketua PMI Medan, juga turut mengapresiasi inisiatif kegiatan tersebut.

Maulana mengungkapkan, ketersediaan stok darah di Kota Medan sempat mengalami kekurangan pada beberapa golongan darah, sehingga partisipasi mahasiswa dinilai sangat membantu pemenuhan kebutuhan darah bagi masyarakat.

“Darah tidak bisa diproduksi dengan cara buatan dan sepenuhnya bergantung pada kepedulian sesama. Setiap tetes darah memiliki arti penting bagi keselamatan pasien,” katanya.

Ia juga menambahkan, donor darah tidak hanya memberi manfaat bagi penerima, tetapi juga bagi pendonor karena membantu regenerasi sel darah serta menjadi sarana deteksi kesehatan dini.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran generasi muda untuk rutin mendonorkan darah semakin meningkat, sekaligus menjadi contoh kolaborasi positif antara institusi pendidikan dan lembaga kemanusiaan dalam merespons kebutuhan sosial.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN