Wednesday, September 23, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Penerbangan Maskapai Iran Mulai Dibatasi, AS Ancam Sanksi Global

Mistar.idRabu, 23 September 2026 pukul 14.55 WIB
penerbangan_maskapai_iran_mulai_dibatasi_as_ancam_sanksi_global

Sejumlah negara membatasi penerbangan Iran setelah ancaman sanksi AS. (Foto: AFP)

news_banner

Iran, MISTAR.ID – Sejumlah negara mulai membatasi penerbangan maskapai Iran setelah Amerika Serikat (AS) meningkatkan tekanan ekonomi terhadap sektor penerbangan Teheran. Kebijakan tersebut mulai berlaku pada Rabu (23/9/2026), di tengah upaya Washington memperketat sanksi terhadap Iran.

Mengutip laporan AFP, media Iran menyebut sejumlah penerbangan menuju Baghdad, Irak, dan Muscat, Oman, akan dihentikan mulai Rabu. Namun, beberapa rute internasional lainnya masih berjalan, termasuk penerbangan menuju Istanbul, Turki.

Kantor berita Tasnim mengutip pernyataan juru bicara penerbangan sipil Iran yang menyebut Bandara Baghdad dan Muscat tidak lagi menerima penerbangan dari Iran.

Otoritas penerbangan Iran kini disebut tengah mempertimbangkan pengalihan penerbangan menuju Irak. Salah satu opsi yang dibahas adalah mengarahkan penerbangan ke Najaf, kota yang menjadi salah satu tujuan utama peziarah asal Iran.

Sejumlah negara mulai membatasi penerbangan Iran

Pembatasan terhadap maskapai Iran juga mulai diterapkan di sejumlah negara. Georgia pada Senin (21/9) melarang maskapai Iran beroperasi di wilayahnya.

Sementara itu, Mahan Air, salah satu maskapai swasta Iran, menyatakan telah menghentikan penerbangan menuju Turki setelah mendapat permintaan dari pemerintah negara tersebut.

Meski demikian, Iran Air sebelumnya menyatakan belum memperoleh pemberitahuan resmi mengenai penghentian penerbangan dari otoritas penerbangan sipil Turki, Azerbaijan, maupun Irak.

Situasi di Irak juga masih berkembang. Pemerintah Baghdad belum secara terbuka mengumumkan larangan penerbangan dari Iran. Namun, sejumlah sumber yang dikutip AFP menyebut Irak bersiap mengikuti langkah yang didorong oleh AS.

Irak memiliki posisi penting bagi penerbangan Iran karena menjadi salah satu tujuan utama perjalanan peziarah menuju berbagai situs suci.

AS perketat tekanan terhadap maskapai Iran

Ancaman terhadap maskapai Iran merupakan bagian dari kebijakan sanksi AS yang semakin diperluas. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan langkah terbaru tersebut pada Senin (21/9).

Bessent menyatakan Washington akan menekan maskapai Iran dengan membatasi akses terhadap berbagai layanan yang dibutuhkan dalam penerbangan internasional.

Ia juga memperingatkan pihak yang tetap memberikan pelayanan kepada maskapai Iran, termasuk fasilitas pengisian bahan bakar, layanan pendaratan, dan penjualan tiket.

Menurut Bessent, pihak yang tetap memberikan layanan kepada maskapai Iran dapat menghadapi konsekuensi berupa pembatasan akses ke sistem dolar AS.

Kebijakan terbaru tersebut menambah panjang daftar sanksi terhadap industri penerbangan Iran. Sektor penerbangan negara itu sebelumnya telah menjadi sasaran berbagai pembatasan ekonomi selama bertahun-tahun.

Agen perjalanan Irak mulai terdampak

Potensi penghentian penerbangan antara Iran dan Irak mulai menimbulkan kekhawatiran bagi pelaku usaha perjalanan di Irak.

Di Najaf, agen perjalanan Haidar Shamaa mengatakan banyak perusahaan perjalanan di kota tersebut bergantung pada pemesanan tiket penerbangan menuju sejumlah bandara di Iran.

Sejumlah agen perjalanan juga mulai menerima pertanyaan dari pelanggan terkait kepastian penerbangan. Sebagian calon penumpang bahkan mulai mempertimbangkan perjalanan melalui jalur darat sebagai alternatif.

Namun, perjalanan darat membutuhkan waktu lebih panjang dibandingkan menggunakan penerbangan. Kondisi tersebut membuat ketidakpastian penerbangan Iran berpotensi memberikan dampak langsung terhadap perjalanan peziarah dan industri pariwisata yang bergantung pada rute Iran-Irak.

Dampak keseluruhan dari kebijakan terbaru AS terhadap penerbangan Iran masih belum sepenuhnya terlihat. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada penerapan sanksi serta keputusan masing-masing negara terkait operasional maskapai Iran.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN