Wednesday, September 23, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Delegasi Israel Tinggalkan Ruangan Saat Erdogan Berpidato di Sidang PBB

Mistar.idRabu, 23 September 2026 pukul 15.13 WIB
delegasi_israel_tinggalkan_ruangan_saat_erdogan_berpidato_di_sidang_pbb_

Erdogan saat berpidato pada sidang PBB (Foto: Reuters)

news_banner

New York, MISTAR.ID – Sejumlah anggota delegasi Israel terlihat meninggalkan ruang sidang ketika Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyampaikan pidatonya dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Selasa (22/9/2026).

Dalam pidatonya, Erdogan menyoroti berbagai konflik dan krisis kemanusiaan, termasuk kondisi di Gaza, Lebanon dan Sudan. Ia juga mempertanyakan kemampuan PBB dalam menjalankan mandatnya untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional.

Erdogan mengatakan banyak pihak yang sebelumnya menggantungkan harapan kepada PBB untuk menangani berbagai krisis kini merasa kecewa. Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan perlunya perubahan dalam sistem organisasi internasional.

Ketika Erdogan menyampaikan kritik tersebut, sejumlah delegasi Israel tampak meninggalkan kursi mereka di ruang sidang. Erdogan tetap meneruskan pidatonya tanpa menghentikan penyampaian agenda yang telah disiapkan.

Erdogan soroti kondisi Gaza

Erdogan kemudian menyinggung situasi anak-anak di Gaza. Ia mengatakan kepercayaan masyarakat internasional terhadap PBB perlu diperkuat melalui langkah nyata untuk melindungi warga sipil, khususnya anak-anak yang terdampak konflik.

Ia menggambarkan harapannya agar anak-anak Palestina dapat menjalani kehidupan tanpa ancaman serangan udara dan kekerasan.

Erdogan juga menyampaikan pandangannya mengenai kondisi Lebanon. Ia berharap anak-anak di negara tersebut tidak lagi harus terbangun akibat suara ledakan.

Turki selama ini menjadi salah satu negara yang secara terbuka mengecam tindakan militer Israel di Gaza. Pemerintah Israel menolak tuduhan bahwa operasinya di wilayah tersebut merupakan genosida.

Erdogan kembali desak reformasi Dewan Keamanan PBB

Selain membahas konflik di Timur Tengah, Erdogan kembali menyerukan perubahan terhadap struktur Dewan Keamanan PBB.

Menurut Erdogan, sistem yang memberikan kewenangan khusus kepada lima anggota tetap DK PBB membuat keputusan organisasi tersebut sangat bergantung pada Amerika Serikat, Rusia, China, Inggris dan Prancis.

Ia menilai struktur tersebut perlu disesuaikan agar representasi dalam pengambilan keputusan internasional menjadi lebih luas.

Erdogan telah lama menyerukan reformasi DK PBB. Dalam pidatonya kali ini, ia kembali menekankan perlunya sistem yang lebih inklusif dan mencerminkan kepentingan komunitas internasional secara lebih luas.

Seruan tersebut mendapat tanggapan berbeda dari sejumlah n



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN