Tuesday, September 29, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Longsor Salju di Gunung Himlung Nepal, Empat Tewas-12 Masih Hilang

Mistar.idSelasa, 29 September 2026 pukul 13.29 WIB
longsor_salju_di_gunung_himlung_nepal_empat_tewas12_masih_hilang

Dampak banjir bandang dahsyat di Nepal pada 26 Austus lalu. (foto: reuters/mistar)

news_banner

Kathmandu, MISTAR.ID - Sedikitnya empat orang tewas saat terjadinya longsor salju menerjang Base Camp Gunung Himlung, Nepal, Minggu (27/9/2026) pagi. Sebanyak 12 orang lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang.

Mengutip AFP dan BBC, Selasa (29/9/2026), bencana tersebut terjadi di kawasan Himalaya yang berada di wilayah Nepal. Longsoran salju menerjang area perkemahan yang digunakan kelompok pendaki untuk mempersiapkan pendakian Gunung Himlung.

Kelompok tersebut seluruhnya merupakan warga Nepal yang terdiri dari pendaki serta staf pendukung. Mereka berangkat lebih dahulu untuk menyiapkan base camp dan memasang tali pengaman sebelum kedatangan para pendaki asing.

Namun, kondisi cuaca di sekitar Gunung Himlung memburuk. Hujan salju lebat mengguyur kawasan pegunungan yang memiliki ketinggian sekitar 7.126 meter tersebut.

Proses pencarian korban sempat terkendala cuaca ekstrem. Kondisi di lokasi membuat helikopter dan tim penyelamat kesulitan mencapai area base camp yang tertimbun salju.

Asosiasi Pemandu Gunung Nasional Nepal menyebut dua jenazah pertama ditemukan pada Minggu. Sehari kemudian, tim kembali menemukan dua jenazah lainnya.

Dalam keterangannya melalui media sosial, asosiasi tersebut mengatakan pencarian masih terus dilakukan terhadap 12 staf juru masak yang diduga tertimbun di Base Camp Himlung.

"Setelah pencarian intensif dalam kondisi yang sangat sulit, empat jenazah telah ditemukan, sementara 12 staf juru masak masih hilang di Base Camp Himlung," demikian pernyataan asosiasi tersebut.

Besarnya longsoran menjadi salah satu kendala utama dalam proses evakuasi. Salju diperkirakan menimbun area base camp hingga kedalaman sekitar 4,2 meter.

Tim penyelamat harus melakukan pencarian secara manual di tengah suhu yang sangat rendah dan kondisi salju yang masih tidak stabil. Situasi tersebut membuat proses pencarian menjadi berbahaya.

Gunung Himlung berada di Distrik Manang, Nepal. Pada waktu yang hampir bersamaan, longsor juga terjadi di kawasan perbukitan distrik tersebut dan materialnya jatuh ke Sungai Marsyangdi.

Material longsoran sempat menghambat aliran sungai selama beberapa jam. Namun, aliran Sungai Marsyangdi kemudian kembali normal dan tidak ada laporan mengenai kerusakan besar maupun korban jiwa akibat kejadian tersebut.

India Today melaporkan, sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan material longsor berupa bebatuan dan tanah meluncur dari lereng menuju kawasan Sungai Marsyangdi.

Serangkaian bencana tersebut terjadi setelah hujan deras mengguyur sejumlah wilayah Nepal selama beberapa hari. Lebih dari 20 orang dilaporkan meninggal dunia akibat banjir, tanah longsor, dan berbagai insiden lain yang berkaitan dengan cuaca buruk.

Pada Minggu (27/9/2026), longsor juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Palpa, Manang, dan Mustang. Beberapa longsoran sempat menyumbat aliran sungai, tetapi kondisi kembali normal dalam hitungan jam.

Bencana terbaru ini menambah daftar insiden yang melanda Nepal setelah banjir bandang besar di kawasan perbatasan Nepal-Tibet pada 26 Agustus lalu. Banjir tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 1.453 orang dan menyebabkan lebih dari 5.000 orang lainnya hilang.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN