Citra Google Earth Terbaru Tampilkan Skala Kehancuran di Gaza

Citra satelit Google Earth yang menggambarkan kehancuran di Gaza akibat serangan brutal Israel. (foto: google earth/mistar)
Gaza, MISTAR.ID - Citra satelit terbaru yang tersedia di Google Earth memperlihatkan perubahan besar pada sejumlah wilayah di Gaza. Kawasan yang sebelumnya dipenuhi permukiman kini tampak mengalami kerusakan luas, dengan banyak bangunan yang telah runtuh dan menyisakan area terbuka.
Citra tersebut mulai ramai diperbincangkan di media sosial setelah pengguna menemukan pembaruan tampilan wilayah Gaza. Namun, hingga kini Google belum memberikan penjelasan resmi mengenai waktu pengambilan gambar maupun kapan tepatnya citra tersebut mulai tersedia untuk publik.
Sejumlah kawasan permukiman terlihat berubah drastis. Jejak jalan masih dapat dikenali, sementara bangunan seperti rumah, sekolah, dan tempat ibadah tampak berada di tengah area yang mengalami kerusakan.
Nathan Ruser, analis dari Australian Strategic Policy Institute, turut menyoroti pembaruan citra tersebut melalui platform X. Ia menyebut gambar itu memberikan gambaran mengenai kondisi Gaza dengan tingkat detail yang mengejutkan.
Rafah, di bagian selatan Gaza, menjadi salah satu wilayah yang terlihat jelas dalam citra terbaru. Area yang sebelumnya dipenuhi bangunan kini tampak memiliki banyak bagian yang berubah menjadi lahan terbuka. Di sejumlah lokasi lainnya juga terlihat kumpulan tempat penampungan darurat.
Sementara itu, perubahan signifikan juga terlihat di sekitar Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza. Citra satelit menunjukkan kerusakan pada fasilitas dan kawasan perkotaan di sekitarnya jika dibandingkan dengan tampilan pada periode sebelumnya.
Gambaran tersebut menambah dokumentasi visual mengenai dampak perang yang berlangsung di Gaza sejak serangan Hamas yang dipimpin pada 7 Oktober 2023 terhadap wilayah selatan Israel.
Dalam laporan yang dirilis pada 12 Agustus, United Nations Satellite Centre (UNOSAT) menyatakan bahwa sekitar 82 persen bangunan di Gaza telah mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda. Laporan tersebut juga menyebut sekitar dua pertiga bangunan mengalami kerusakan berat hingga hancur.
Citra terbaru Google Earth kemudian mendapat perhatian luas di media sosial. Barry Andrews, anggota Parlemen Eropa dari Irlandia, turut membagikan pembaruan tersebut melalui X. Unggahannya mendapat jutaan tayangan serta ribuan tanda suka dan unggahan ulang.
Sejumlah pengguna media sosial lainnya juga membagikan tangkapan layar dan rekaman citra satelit Gaza, termasuk wilayah Rafah, Khan Younis, dan Kota Gaza. Mereka membandingkan kondisi terbaru dengan citra dari periode sebelumnya.
Wartawan Palestina Abubaker Abed juga memberikan tanggapan melalui X. Ia menggambarkan tampilan tersebut sebagai sesuatu yang sulit dibayangkan, meski mengaku telah melihat secara langsung banyak wilayah yang mengalami kehancuran di Gaza.
Meski citra terbaru telah beredar luas, waktu pengambilan gambar belum diketahui secara pasti. Sejumlah laporan menyebut pengambilan citra beresolusi tinggi di Gaza berlangsung pada tahun ini, tetapi Google belum mengonfirmasi tanggal perekaman maupun publikasi citra yang kini beredar tersebut.
Perang di Gaza bermula setelah serangan 7 Oktober 2023 yang dipimpin Hamas di Israel selatan. Menurut otoritas Israel, serangan tersebut menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyebabkan sekitar 250 orang disandera.
Israel kemudian melancarkan operasi militer di Gaza. Otoritas kesehatan Gaza menyatakan bahwa lebih dari 74.000 warga Palestina telah tewas dan puluhan ribu lainnya mengalami luka-luka.
Operasi militer Israel juga menuai tuduhan terkait dugaan pelanggaran hukum humaniter internasional, termasuk tuduhan serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil, pemindahan penduduk, serta pembatasan akses bantuan kemanusiaan. Israel membantah sejumlah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa operasi militernya ditujukan terhadap Hamas.






































