Friday, June 5, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

FBI Pecat Enam Agen terkait Penyelidikan Dokumen Rahasia Trump

Mistar.idKamis, 26 Februari 2026 14.27
journalist-avatar-top
fbi_pecat_enam_agen_terkait_penyelidikan_dokumen_rahasia_trump_

Logo FBI. (foto: AFP/Mistar)

news_banner

Amerika Serikat, MISTAR.ID

Biro Investigasi Federal (FBI) dilaporkan memberhentikan sedikitnya enam agen yang sebelumnya terlibat dalam penyelidikan tahun 2022 terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait penyimpanan dokumen rahasia di kediamannya, Mar-a-Lago, Florida.

Menurut laporan sejumlah media AS dikutip dari Agence France-Presse (AFP), Kamis (26/2/2026), keputusan pemecatan tersebut diperintahkan oleh Direktur FBI Kash Patel.

Kasus yang dimaksud bermula ketika FBI menggeledah properti Trump di Mar-a-Lago pada 2022, saat ia tidak sedang menjabat sebagai presiden. Penggeledahan itu merupakan bagian dari penyelidikan atas dugaan penyimpanan dokumen rahasia negara setelah masa jabatan pertamanya berakhir. Penyelidikan tersebut kini telah dihentikan.

Trump saat itu diduga menyimpan berbagai dokumen sensitif, termasuk catatan dari Pentagon dan CIA, tanpa sistem pengamanan yang semestinya. Jaksa menyebut sebagian dokumen berkaitan dengan isu pertahanan dan nuklir. Namun Trump membantah seluruh tuduhan dan menyatakan tidak melakukan pelanggaran hukum.

Selain perkara dokumen rahasia, Trump juga sempat menghadapi penyelidikan lain terkait dugaan upaya membatalkan hasil pemilihan presiden 2020. Namun kasus tersebut dibatalkan mengikuti kebijakan Departemen Kehakiman yang tidak menuntut presiden yang sedang menjabat.

Sementara itu, Asosiasi Agen FBI mengonfirmasi adanya pemecatan terhadap sejumlah agen tersebut. Organisasi itu mengecam langkah tersebut karena dinilai melanggar hak proses hukum bagi para agen yang selama ini bertugas menjaga keamanan nasional.

Dalam pernyataannya, asosiasi menyebut keputusan tersebut berpotensi melemahkan institusi dengan menghilangkan tenaga berpengalaman, merusak stabilitas internal, serta mengganggu upaya perekrutan di masa mendatang.