Wednesday, August 5, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Delapan Mahasiswa Korsel Ditahan usai Diduga Menyusup ke Pangkalan Udara AS

Mistar.idRabu, 5 Agustus 2026 pukul 15.17 WIB
delapan_mahasiswa_korsel_ditahan_usai_diduga_menyusup_ke_pangkalan_udara_as_

Ilustrasi. (foto: reuters/mistar)

news_banner

Seoul, MISTAR.ID – Sebanyak delapan mahasiswa Korea Selatan (Korsel) ditahan dan menjalani pemeriksaan setelah diduga mencoba memasuki area Pangkalan Udara Osan milik Amerika Serikat (AS) di Korsel tanpa izin.

Kedelapan mahasiswa tersebut merupakan anggota Serikat Mahasiswa Progresif Korea yang saat itu tengah melakukan aksi demonstrasi di sekitar pangkalan udara yang berada sekitar 50 kilometer selatan Seoul.

Dilansir AFP dan Anadolu Agency, Rabu (5/8/2026), kelompok mahasiswa tersebut mengunggah sejumlah foto aksi mereka melalui media sosial. Demonstrasi itu dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap keberadaan militer AS di wilayah Gwangju.

Mereka menilai kehadiran militer AS dapat menghambat rencana pembangunan klaster industri semikonduktor besar yang dirancang pemerintah Korsel di wilayah tersebut.

Menurut laporan Yonhap, enam mahasiswa berhasil memasuki area pangkalan sambil meneriakkan sejumlah slogan anti-AS, termasuk seruan yang ditujukan kepada Pasukan Udara ke-7 AS. Sementara dua mahasiswa lainnya dihentikan petugas saat berada di gerbang masuk.

Militer AS menyatakan delapan orang tersebut diamankan, Selasa (4/8/2026) waktu setempat setelah berupaya masuk secara ilegal melalui gerbang utama Pangkalan Udara Osan.

"Para individu tersebut telah diserahkan kepada Kepolisian Nasional Korea untuk menjalani proses penyelidikan sesuai prosedur yang berlaku," kata pihak militer AS dalam keterangannya.

Kepolisian Korsel membenarkan bahwa para mahasiswa tersebut masih dalam penahanan. Namun, aparat menyebut mereka memilih tidak memberikan keterangan selama proses pemeriksaan berlangsung.

Melalui unggahan di Facebook, Serikat Mahasiswa Progresif Korea mengecam tindakan militer AS yang mereka nilai sebagai bentuk gangguan terhadap rencana pembangunan kawasan industri chip di Gwangju.

Korsel saat ini menjadi salah satu negara yang mendapat keuntungan dari meningkatnya industri kecerdasan buatan (AI), yang turut mendorong pertumbuhan perusahaan semikonduktor seperti SK hynix dan Samsung Electronics.

Pangkalan Udara Militer Gwangju menjadi salah satu kawasan yang berkaitan dengan rencana pembangunan pusat manufaktur baru senilai 800 triliun won bagi kedua perusahaan tersebut.

Bulan lalu, pemerintah Korsel menyatakan Seoul dan Washington telah memulai pembahasan terkait relokasi bandara di wilayah itu, yang sebagian areanya masih digunakan untuk kepentingan militer AS.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN